Selasa, 17 Januari 2017

Dampak Pencemaran Pertambangan

Terungkap: Pertambangan Batubara Meracuni Air di Kalimantan Selatan dan Melecehkan Hukum Indonesia

Jakarta, 3 Desember 2014: Greenpeace hari ini meluncurkan laporan berjudul “Terungkap: Tambang Batubara Meracuni Air di Kalimantan Selatan”, yang menjelaskan betapa aktivitas pertambangan batubara yang luas di Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia, telah merusak sumber air, membahayakan kesehatan dan masa depan masyarakat setempat.

Laporan yang merupakan hasil investigasi lapangan Greenpeace selama kurang lebih enam bulan ini juga menyajikan bukti kuat betapa perusahaan-perusahaan tambang batubara itu telah menggelontorkan limbah berbahaya ke dalam sungai dan sumber-sumber air masyarakat, melanggar standar nasional untuk pembuangan limbah di pertambangan.

“Ini masalah serius yang harus segera diatasi. Sepertiga wilayah Kalimantan Selatan telah menjadi wilayah tambang batubara. Badan Lingkungan Hidup setempat telah gagal menghentikan atau mencegah pelanggaran. Karena jumlah pertambangan batubara sangat banyak, hampir setengah dari jumlah sungai di Kalimantan Selatan berisiko terpapar dampak pencemaran air dari pertambangan,” tegas Arif Fiyanto, Jurukampanye Iklim dan Energi Greenpeace Asia Tenggara.

Dalam laporan ini tercatat, duapuluh dua dari duapuluh sembilan sample yang diambil oleh Greenpeace dari kolam penampungan limbah dan lubang-lubang bekas tambang dari lima konsesi pertambangan batubara di Kalimantan Selatan ditemukan memiliki derajat keasaman (pH) yang sangat rendah, jauh di bawah standar yang ditetapkan pemerintah. Dari seluruh sampel, 18 diantaranya memiliki derajat keasaman (pH) di bawah 4. Seluruh sampel yang diambil juga terdeteksi mengandung konsentrasi logam berat.

Bahaya Dari Limbah Merkuri
Limbah merkuri dapat menimbulkan penyakit berbahaya yang dapat menyerang sistem saraf dan otak manusia melalui aliran darah yang disebut Minamata Disease (Penyakit Minamata). Bahaya merkuri akan terlihat lima hingga 20 tahun mendatang.
Gejala yang tampak adalah :
-kerusakan pada otak,
-gagap bicara,
-hilangnya kesadaran,
-sulit tidur,
-kaki dan tangan terasa dingin,
-gangguan penciuman,
-bayi-bayi yang lahir cacat hingga menyebabkan kematian.
-Juga dapat menyerang hewan yang menghirup udara yang mengandung merkuri atau memakan   
 bahan makanan yang tercemar merkuri.

Referensi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar