Terungkap: Pertambangan Batubara Meracuni Air di
Kalimantan Selatan dan Melecehkan Hukum Indonesia
Jakarta, 3 Desember 2014: Greenpeace hari ini meluncurkan
laporan berjudul “Terungkap: Tambang Batubara Meracuni Air di Kalimantan
Selatan”, yang menjelaskan betapa aktivitas pertambangan batubara yang luas di
Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia, telah merusak sumber air, membahayakan
kesehatan dan masa depan masyarakat setempat.
Laporan yang merupakan hasil investigasi lapangan
Greenpeace selama kurang lebih enam bulan ini juga menyajikan bukti kuat
betapa perusahaan-perusahaan tambang batubara itu telah menggelontorkan
limbah berbahaya ke dalam sungai dan sumber-sumber air masyarakat,
melanggar standar nasional untuk pembuangan limbah di pertambangan.
“Ini masalah serius yang harus segera diatasi. Sepertiga
wilayah Kalimantan Selatan telah menjadi wilayah tambang batubara. Badan
Lingkungan Hidup setempat telah gagal menghentikan atau mencegah
pelanggaran. Karena jumlah pertambangan batubara sangat banyak, hampir
setengah dari jumlah sungai di Kalimantan Selatan berisiko terpapar dampak
pencemaran air dari pertambangan,” tegas Arif Fiyanto, Jurukampanye Iklim
dan Energi Greenpeace Asia Tenggara.
Dalam laporan ini tercatat, duapuluh dua dari duapuluh
sembilan sample yang diambil oleh Greenpeace dari kolam penampungan limbah
dan lubang-lubang bekas tambang dari lima konsesi pertambangan batubara di
Kalimantan Selatan ditemukan memiliki derajat keasaman (pH) yang sangat
rendah, jauh di bawah standar yang ditetapkan pemerintah. Dari seluruh sampel,
18 diantaranya memiliki derajat keasaman (pH) di bawah 4. Seluruh sampel
yang diambil juga terdeteksi mengandung konsentrasi logam berat.
Bahaya Dari Limbah
Merkuri
Limbah merkuri dapat menimbulkan penyakit berbahaya yang
dapat menyerang sistem saraf dan otak manusia melalui aliran darah yang disebut Minamata Disease (Penyakit Minamata). Bahaya
merkuri akan terlihat lima hingga 20 tahun mendatang.
Gejala yang tampak adalah :
-kerusakan pada otak,
-gagap bicara,
-hilangnya kesadaran,
-sulit tidur,
-kaki dan tangan terasa dingin,
-gangguan penciuman,
-bayi-bayi yang lahir cacat hingga menyebabkan kematian.
-Juga dapat menyerang hewan yang menghirup udara yang
mengandung merkuri atau memakan
bahan makanan yang
tercemar merkuri.
Referensi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar