Abstrak: Banyak orang yang salah mengambil langkah dalam melakukan suatu investasi, mereka akan segera tergiur
dengan suatu hal baru yang menurutnya menguntungkan. Padahal masih ada hal lain
yang jauh lebih menguntungkan namun minimnya pengetahuan membuat mereka hanya
mengetahui luarnya saja. Maka dari itu dengan dilakukannya penelitian ini
diharapkan para investor lebih teliti dalam melakukan investasi terutama dengan
minimnya biaya. Dengan menggunakan ekonomi teknik dan forecasting terhadap
nilai kurs tukar kita akan mengetahui investasi mana yang lebih menguntungkan
dengan ketentuan biaya tertentu. Dalam penelitian ini dilakukan perbandingan
investasi di bank dan emas dengan dana 15 juta Rupiah yang hasilnya adalah
investasi emas akan lebih menguntungkan meski bunga bank yang ditawarkan cukup
tinggi.
PENDAHULUAN
Investasi merupakan penanaman
modal yang diharapkan dapat menghasilkan tambahan dana pada masa yang akan
datang (Francis, 2001). Bisa dibilang investasi merupakan satu bentuk
pengorbanan harta pada masa sekarang untuk mendapatkan keuntungan di masa
depan. Jenis-jenis investasi dibedakan menjadi dua oleh Bodie (1995):
1. Investasi
dalam bentuk aset riil (real assets) = Yaitu investasi dalam bentuk aktiva
berwujud fisik, seperti emas, batu mulia dan sebagainya.
2. Investasi
dalam bentuk surat berharga/sekuritas (marketable securities financial assets)
= Yaitu investasi dalam bentuk surat-surat berharga yang pada dasarnya
merupakan klaim atas aktiva riil yang diawasi oleh suatu lembaga/perorangan
tertentu.
Investasi tentunya memiliki resiko. Donald E.
Fischer & Ronald J. Jordan (1995) menyatakan bahwa resiko berarti
ketidakpastian dalam kemungkinan distribusi return. Dalam hal ini resiko
investasi bisa dalam bentuk tidak kembalinya atau hilangnya dana yang
diinvestasikan atau dengan kata lain investor mengalami kerugian.
Untuk meminimalisir resiko dalam
berinvestasi, perlu dilakukan pertimbangan matang dalam menentukan investasi
yang akan dilakukan. Salah satu ilmu yang mempelajarinya adalah ekonomi teknik.
Ekonomi teknik merupakan suatu ilmu
ekonomis yang terkandung dalam suatu rencana
kegiatan teknik (engineering).
Nilai uang yang kita miliki sekarang berbeda dengan
yang kita miliki pada masa lalu maupun yang akan datang. Contoh sederhananya
adalah jika pada tahun 2000 kita dapat membeli semangkuk bakso dengan harga Rp
5.000,00, maka pada tahun 2014 kita harus mengeluarkan Rp 10.000,00 atau lebih
untuk mendapatkan barang yang sama. Artinya uang Rp 5.000,00 yang kita miliki
tahun 2000 mengalami penyusutan.
Untuk itu, banyak orang melakukan investasi dengan
tujuan mendapatkan keuntungan lewat mengubah uang menjadi barang yang memiliki
nilai yang terus berkembang. Berikut merupakan contoh investasi yang sering
dilakukan:
1. Menyimpan
di bank dalam kurun waktu tertentu atau disebut deposito
2. Membeli
properti
3. Membeli
emas
4. Saham
Dalam melakukan investasi diperlukan dana. Untuk
investasi seperti properti, diperlukan dana yang tidak sedikit. Namun, pelajar
tetap dapat melakukan hal tersebut meski tidak memiliki dana sebesar para
investor. Dalam kasus ini akan dibahas mengenai pilihan investasi terbaik yang
dapat dilakukan pelajar/mahasiswa. Untuk kasus tersebut dianggap
mahasiswamemiliki dana sebesar Rp. 15.000.000,00. Jenis investasi yang akan
dibandingkan adalah deposito bank dan emas mengingat kedua investasi ini
merupakan jenis investasi yang dapat dilakukan tanpa harus mengeluarkan dana
yang terlalu besar.
Studi Kasus
Untuk dapat mengetahui yang mana
yang lebih menguntungkan perlu diketahui terlebih dahulu konsep ekonomi teknik.
Agar dapat mengetahui investasi yang menguntungkan, nilai dari investasi
tersebut harus dibandingkan. Dalam ekonomi teknik ada beberapa metode dalam
menentukan nilai seperti:
1.
Present
value: besarnya jumlah uang, pada permulaan periode atas
dasar tingkat bunga tertentu dari
sejumlah uang yang baru akan diterima beberapa waktu/ periode yang akan datang.
Future value: nilai uang dimasa yang akan
datang dari uang yang diterima atau dibayarkan
pada masa sekarang dengan memperhitungkan tingkat bunga setiap periode selama
jangka waktu tertentu.
Metode peramalan yang digunakan
adalah moving average, exponential smoothing, serta linear trend.
Persentase kesalahan dalam ramalan didapat dengan mencari Mean Absolute
Percent Error (MAPE).
Dalam makalah ini akan digunakan future value untuk membandingkan kedua
jenis investasi tersebut. Dana yang dibutuhkan adalah Rp. 15.000.000,00 dengan
asumsi lama investasi adalah 5 (lima) tahun dan pergerakan kurs dollar terhadap
rupiah dianggap stabil serta faktor lain yang mempengaruhi kurs dan bunga
dihilangkan.
METODOLOGI PENELITIAN
Penelitian dimulai dengan
menyebarkan kuisioner singkat kepada mahasiswa Universitas Bunda Mulia Jakarta
secara acak sebanyak 50 orang. Pertanyaan mencakup jenis kelamin, umur, jenis
investasi yang dipilih (emas atau bank), bank yang menurut responden terbaik di
Indonesia. Setelah kuisioner disebarkan, dilakukan pengumpulan data harga jual
emas (harga yang dikenakan kepada end
customer), kurs dollar terhadap
rupiah, serta suku bunga bank. Langkah selanjutnya adalah mengolah data tersebut dan menentukan value dari investasi emas dan bank untuk 5 tahun kedepan dengan
terlebih dahulu menentukan forecasting harga emas, serta kurs.
PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
Dari data pada tabel 3, dibuat forecast untuk harga jual emas pada tahun 2019 mendatang. Teknik
yang digunakan adalah exponential
smoothing,dimana forecast awal,
yakni tahun 1986 dibuat dengan menggunakan 5 years moving average. Forecast
selanjutnya menggunakan koefisien eksponen tergantung dari fluktuasi data sebelumnya. Patokannya adalah α
mendekati 0,1 jika data stabil dan 0,9 jika tidak stabil. Setelah mendapat
ramalan untuk tahun 2014, diasumsikan bahwa harga emas selanjutnya akan stabil
sehingga dapat digunakan moving average
untuk 5 tahun. Tabel 4 memperlihatkan hasil forecast harga jual emas sampai
dengan tahun 2019.
Selisih
kenaikan emas (i) tahun 2014 dan 2019 adalah:
Untuk kurs, diambil data bulanan
dari Desember 2009 hingga awal April 2014. Dengan menggunakan metode linear
akan didapat persamaan dari tabel tersebut. Metode linear digunakan karena
pergerakan kurs relatif stabil dalam peningkatan maupun penurunannya.
|
|
Jika
Rp. 15 juta dikonversikan ke dollar, maka didapat
|
6
|
|
.
|
|||
|
|
|
||||||
|
Pada
tanggal 4 April 2014 harga emas $ 1.303 per ounce
|
sehingga ia mendapat
|
||||||
|
|
. 9 , /
|
=
$1326
|
|||||
|
|
9 = 1,08
|
@ B
|
|
|
|
|
|
|
|
9
|
|
. Asumsikan pelajar membeli emas tersebut pada
tanggal tersebut
|
||||
dan investasi dimulai tanggal 30 Desember 2014. Hal
yang sama berlaku juga dengan deposito bank agar mempermudah dalam
perbandingan.
Dengan
menggunakan rumus linier didapat persamaan (data yang diperlukan
telah
tersedia di Tabel 5):
Y= 6863,69+ 78,63t …...(Persamaan
1)
Bulan 1 merupakan bulan Desember 2009. Jadi Bulan
Desember 2019 adalah t bulan ke-121 sehingga Y= Rp. 16.377,92. Ini merupakan
asumsi dollar akan terus naik.
Deposito bank yang digunakan adalah Bank BCA
sebesar 7% per tahun. Namun perlu diingat bahwa berdasarkan Peraturan
Pemerintah Nomor 131 Tahun 2000setiap deposito melebihi Rp. 7.500.000,00
dikenakan pajak 20%. Akibatnya bunga deposito berkurang 20%, yakni menjadi 5,6%
per tahun. Jadi Future Value deposito adalah F= 15 juta *(F/P, 5,6%,5) = 15.000.000
* (1,3132) = Rp. 19.697.488,25
Sedangkan untuk emas dengan mengasumsikan bunga
yang akan didapat dari membeli emas di tahun 2014 kemudian menjualnya di tahun
2019, maka didapatkan bunga sebesar 1,7% selama 5 tahun F= $ 1326 * (F/P,
1,7%,1) = 1326 * (1,017) = $ 1.348,54
Nilai tersebut dikonversikan ke rupiah menggunakan
perkiraan harga pada Desember 2019 ($1= Rp. 29.901,00 ) sehingga didapat F=
1.348,54 * 16.377,92= Rp. 22.086.280,24
Perhitungan diatas menunjukkan bahwa investasi emas
lebih menguntungkan daripada deposito bank. Hal ini disebabkan karena:
1. Meski
bunga (i) emas jauh lebih kecil, namun kurs dollar yang mengalami tren naik dan
diperkirakan akan tetap dialami hingga 2019 menyebabkan nilai emas meningkat
pesat
2. Emas yang
dimiliki dijual terlebih dahulu dalam bentuk dollar. Nilai F dari emas tidak
berlaku jika emas dijual dalam bentuk rupiah karena harganya akan berbeda
bahkan lebih kecil mengingat pergerakan dollar dan rupiah berbeda.
KESIMPULAN
Berdasarkan
analisa diatas dapat disimpulkan:
1. Forecasting
dilakukan untuk mengetahui prediksi pada waktu yang akan datang
2. Nilai
uang dari waktu ke waktu akan terus berubah
Investasi
emas lebih menguntungkan dibandingkan deposito untuk mahasiswa
Daftar
Pustaka
http://journals.ums.ac.id/index.php/jiti/article/viewFile/631/370
SARAN
-
Untuk jurnal yang berjudul Penentuan
Jenis Investasi dengan Analisa Ekonomi Teknik dan Forecasting ini lebih
ditingkatkan dengan cara menggambil sumber terbaru, karena pertumbuhan ekonomi
terus bertambah setiap tahun nya.
-
Bahasa yang digunakan bisa lebih di
perjelas lagi, untuk memudahkan pembaca memahami arti dari pembahasan yang
dibahas pada jurnal ini.
KRITIK
-
Masih kurang lengkap untuk metodologi
penelitian karena pada metode penelitan langsung pada inti dari studi kasus
nya, tidak di jelaskan secara detil apa saja yang harus di lakukan.