Senin, 27 November 2017

Aliran Uang (Cash Flow)

A. Pengertian Aliran Uang
Aliran Uang (cash flow) adalah suatu laporan keuangan yang berisikan pengaruh kas dari kegiatan operasi, kegiatan transaksi investasi dan kegiatan transaksi pembiayaan/pendanaan serta kenaikan atau penurunan bersih dalam kas suatu perusahaan selama satu periode.
Menurut PSAK No.2 (2002 :5) Aliran Uang adalah arus masuk dan arus keluar uang atau setara uang. Laporan aliran uang merupakan revisi dari mana uang kas diperoleh perusahaan dan bagaimana mereka membelanjakannya. Laporan aliran uang merupakan ringkasan dari penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan selama periode tertentu (biasanya satu tahun buku).
Laporan arus kas (cash flow) mengandung dua macam aliran/arus kas yaitu :
1. Cash inflow
Cash inflow adalah aliran uang yang terjadi dari kegiatan transaksi yang melahirkan keuntungan uang (penerimaan uang). Aliran uang masuk (cash inflow) terdiri dari:
•    Hasil penjualan produk/jasa perusahaan.
•    Penagihan piutang dari penjualan kredit.
•    Penjualan aktiva tetap yang ada.
•    Penerimaan investasi dari pemilik atau saham bila perseroan terbatas.
•    Pinjaman/hutang dari pihak lain.
•    Penerimaan sewa dan pendapatan lain.

2. Cash out flow
Cash out flow adalah aliran uang yang terjadi dari kegiatan transaksi yang mengakibatkan beban pengeluaran uang. Aliran uang keluar (cash out flow) terdiri dari :
•    Pengeluaran biaya bahan baku, tenaga kerja langsung dan biaya pabrik lain-lain.
•    Pengeluaran biaya administrasi umum dan administrasi penjualan.
•    Pembelian aktiva tetap.
•    Pembayaran hutang-hutang perusahaan.
•    Pembayaran kembali investasi dari pemilik perusahaan.
•    Pembayaran sewa, pajak, deviden, bunga dan pengeluaran lain-lain.
Laporan aliran uang ini memberikan informasi yang relevan tentang penerimaan dan pengeluaran kas dari perusahaan dari suatu periode tertentu, dengan mengklasifikasikan transaksi berdasarkan pada kegiatan operasi, investasi dan pendanaan.
Menurut PSAK No.2 (2002:9) Laporan aliran uang harus melaporkan arus kas selama periode tertentu yang diklasifikasikan menurut aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.
Aktivitas Operasi
Aktivitas operasi menimburkan pendapatan dan beban dari operasi utama suatu perusahaan. Karena itu aktivitas operasi mempengaruhi laporan laba rugi, yang dilaporkan dengan dasar akrual. Sedangkan laporan arus kas melaporkan dampaknya terhadap kas. Arus masuk kas terbesar dari opersi berasal dari pengumpulan kas dari langganan. Arus masuk kas yang kurang penting adalah penerimaan bunga atas pinjaman dan dividen atas investasi saham. Arus keluar kas operasi meliputi pembayaran terhadap pemasok dan karyawan, serta pembayaran bunga dan pajak.

Aktivitas Investasi
Aktivitas investasi meningkatkan dan menurunkan aktiva jangka panjang yang digunakan perusahaan untuk melakukan kegiatannya. Pembelian atau penjualan aktiva tetap seperti tanah, gedung, atau peralatan merupakan kegiatan investasi, atau dapat pula berupa pembelian atau penjualan investasi dalam saham atau obligasi dari perusahaan lain.
Pada laporan arus kas kegiatan investasi mencakup lebih dari sekedar pembelian dan penjualan aktiva yang digolongkan sebagai investasi di neraea. Pemberian pinjaman juga merupakan suatu kegiatan investasi karena pinjaman menciptakan piutang kepada peminjam. Pelunasan pinjaman tersebut juga dilaporkan sebagai kegiatan investasi pada laporan arus kas.
Aktivitas Pendanaan
Aktivitas pendanaan meliputi kegiatan untuk memperoleh kas dari investor dan kreditor yang diperlukan untuk menjalankan dan melanjutkan kegiatan perusahaan. Kegiatan pendanaan mencakup pengeluaran saham, peminjaman uang dengan mengeluarkan wesel bayar dan pinjaman obligasi, penjualan saham perbendaharaan, dan pembayaran terhadap pemegang saham seperti dividen dan pembelian saham perbendaharaan. Pembayaran terhadap kreditor hanyalah mencakup pembayaran pokok pinjaman.

B. Penyusunan Aliran Uang ( Cash Flow) Dan Perhitungannya
Ada empat langka dalam penyusunan cash flow, yaitu :
1. Menentukan minimum kas
2. Menyusun estimasi penerimaan dan pengeluaran
3. Menyusun perkiraan kebutuhan dana dari hutang yang dibutuhkan untuk menutupi deficit kas dan membayar kembali pinjaman dari pihak ketiga.
4. Menyusun kembali keseluruhan penerimaan dan pengeluaran setelah adanya transaksi financial dan budget kas yang final.
Cash flow memuat tiga bagian utama, yang terdiri dari:
1. Cash in flow, pada bagian ini mengidentifikasi sumber-sumber dana yang akan diterima , jumlah dananya dan waktu dalam periode tersebut, yang akan dihasilkan berupa penjualan tunai, penjualan kredit yang akan menjadi piutang, hasil penjualan aktiva tetap dan penerimaan lainnya. Perincian kas ini terdiri dari dua sifat, yaitu kontinyu dan intermitan.
2. Cash out flow, pada bagian ini berhubungan dengan pengidentifikasian semua kas yang sudah diantisipasi, antara lain pembelian barang dagang baku, pembayaran hutang, upah, administrasi, dan pengeluaran lainnya. Cash out flow juga punya dua sifat yang sama yaitu kontinyu dan intermitan
3. Financing (pembiayaan), pada bagian ini menunjukan besarnya net cash flow dan besarnya kebutuhan dana jika terjadi deficit.
CONTOH SOAL
Berikut ini adalah estimasi penerimaan dan pengeluaran perusahaan PT. Usaha Anda yang bergerak dibidang industri makanan dalam waktu enam bulan.
Untuk menyusun proyeksi arus kas untuk bulan January sampai dengan bulan juni, dilakukan dengan asumsi sebagai berikut :
• Saldo kas awal Rp 10,000,000
• Saldo kas minimum yang harus dipertahankan sebesar Rp 10,000,000/bulan
• Platfond pinjaman yang diberikan oleh bank adalah sebesar Rp 50,000,000 dengan bunga 10 % flat jangka waktu 1 tahun, tetapi pencairannya sesesuaikan dengan kondisi arus kas pada perusahaan.
ESTIMASI PENERIMAAN DAN PENGELUARAN
PT.USAHA ANDA
Periode januari – February 2006
(dalam jutaan rupiah)
ASUMSI PENERIMAAN
ASUMSI PENGELUARAN
Dari asumsi penerimaan dan pemasukan yang akan didapat pada enam bulan mendatang maka dapat disusun estimasi penerimaan dan pengeluaran dibawah ini :
Setelah menyusun estimasi penerimaan dan pengeluaran, dapat terlihat bahwa pengeluaran pada bulan January lebih besar dari penerimaannya, sehingga perusahaan mengalami deficit sebesar Rp 2,000,000. untuk menutupi deficit tersebut perusahaan menggunakan fasilitas pinjaman yang diberikan oleh bank. Besarnya pinjaman disesuaikan dengan kebutuhan, dalam hal ini maka untuk menjaga saldo kas minimum yang harus dipelihara perusahaan maka perusahaan menggunakan pinjaman dana sebesar Rp 2,000,000 dengan syarat ketentuan diatas. Untuk melihat apakah perusahaan tersebut fleksibel atau tidak maka dapat dilihat estimasi cash flow di bawah ini :
Dari estimasi tersebut, kas perusahaan menunjukan hasil yang surplus dan perusahaan dapat mengembalikan pinjaman bank sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dan pada akhirnya perusahaan tersebut secara financial dapat dikatakan flexible.
Berdasarkan penjelasan diatas dapat kita lihat manfaat dari cash flow
1. Cash flow merupakan alat pengkontrol keuangan perusahaan dan sebagai alat ukur keberhasilan dalam mencapai target yang di tetapkan, dapat juga digunakan sebagai alat penaksir kebutuhan di masa yang akan datang..
2. Dalam penyusunan cash flow harus diperhatikan yang mana saja yang dapat mempengaruhi dan yang tidak dapat mempengaruhi contoh; pengakuan adanya kerugian piutang, adanya pengkuan atau pembebanan depresiasi, adanya pembayaran stock defidend merupakan sesuatu yang tidak mempengaruhi cash flow.
3. Bagi kreditor atau bank dengan laporan cash flow dapat menilai kemampuan perusahaan dalam mambayar bunga atau mengembalikan pinjamannya.
4. Pada intinya aliran cash flow dengan sumber-sumber dan penggunaan dana adalah sama dan perhitungan penerimaan cash flow hanya memasukan penjualan secara tunai sedangkan hasil penjualan kredit baru akan dimasukan setelah benar-benar diterima secara tunai.
5. Dalam penerapannya sebelum membuat cash flow, tentukan besarnya kas minimum yang tersedia (safety cash balance), apabila pada estimasi cash out flow lebih besar dari pada cash flow in maka akan terjadi deficit. Salah satu cara untuk menutup deficit tersebut adalah dengan mengajikan pinjaman ke bank
6. Asumsi merupakan suatu konsep dasar yang harus diterapkan walau pun angapan tersebut tidak sesuai dengan kenyataan, semakin banyak anggapan yang digunakan (pada umumnya tidak sesuai kenyataan) akan banyak kelemahan pada analisa tsb
Seperti yang telah diketahui bersama, bahwasanya semua kegiatan investasi dimulai dan diukur dengan uang dan waktu. Oleh karena itu, perhitungan kelayakan investasi didasarkan pada aliran uang masuk (cash flow) dan nilai uang yang dikaitkan dengan waktu (time value of money). Untuk memenuhi kebutuhan investasi, modal dapat dicari dari berbagai sumber yang ada. Yang perlu memperoleh perhatian berkaitan dengan perolehan modal adalah masa pengembalian modal dalam jangka waktu tertentu. Tingkat pengembalian ini tergantung dari perjanjian dan estimasi keuntungan yang akan diperoleh pada masa-masa yang akan datang. Estimasi keuntungan diperoleh dari selisih pendapatan dengan biaya dalam suatu periode tertentu. Besar kecilnya keuntungan sangat berperan dalam pengembalian dana suatu usaha. Oleh karena itu perlu dibuatkan estimasi pendapatan dan biaya sebelum usaha dijalankan.
Dalam membuat estimasi pendapatan yang akan diperoleh dimasa yang akan datang perlu dilakukan perhitungan secara cermat dengan membandingkan data dan informasi yang ada sebelumnya. Begitu juga dengan estimasi biaya-biaya yang akan dikeluarkan selama periode tertentu, termasuk jenis-jenis biaya yang akan dikeluarkan perlu dirinci serinci mungkin. Semua ini tentunya menggunakan asumsi-asumsi tertentu yang akhirnya akan dituangkan dalam aliran kas (cash flow). Jadi cash flowmerupakan aliran kas yang ada di perusahaan dalam suatu periode tertentu yang mengambarkan berapa uang yang masuk (cash in) keperusahaan dan jenis-jenis pemasukan tersebut juga menggambarkan uang yang keluar (cash out) serta jenis-jenis biaya yang dikeluarkan. Dengan dibuatnya aliran kas perusahan ini, hal ini dapat memudahkan para investor untuk dapat menilai kelayakan investasi secara finansial.
Ada 2 cara dalam menghitung cash flow, yaitu:
Kas Masuk Bersih= EAT+ Penyusutan.
Jika proyek/usaha tersebut dibiayai dengan modal sendiri.
Kas Masuk Bersih= EAIT+Penyusutan+Bunga (1-tax)
Jika proyek/usaha tersebut dibiayai dengan modal pinjaman.
Contoh Cash Flow
Uraian
Menurut lap. Akuntansi
Keterangan
Arus Kas
1. Pendapatan
Rp. 400 juta
Kas Masuk
Rp. 400 juta
2. Biaya-Biaya
-Total Biaya
-Penyusutan
Rp. 200 juta
Rp. 100 juta
Kas Keluar
Kas Masuk
Rp. 200 juta
Rp. 100 juta
3. Laba Sebelum pajak (EBT)
Rp. 100 juta
4. Pajak 50%
Rp.  50 juta
Laba Setelah Pajak (EAT)
Rp. 50 juta
Cash flow = EAT+Penyusutan         = 50 juta + 100 juta
                                                                        = 150 juta
Catatan:
EBT = Earning Before Tax (Laba Sebelum Pajak)
EAT = Earning After Tax (Laba Setelah Pajak)
Khusus bagi perusahaan yang sudah ada sebelumnya dan hendak melakukan ekspansi atau perluasan usaha, penilaian dapat pula dilakukan dari laporan keuangan yang dimilikinya. Laporan keuangan yang dinilai biasanya adalah neraca dan laporan laba rugi untuk beberapa periode (Kasmir & Jakfar, 2005:137).
b. Net Present Value
Aplikasi Untuk Cash Flow Setiap Tahun Berbeda
Suatu perusahaan (asumsi) sedang mempertimbangkan usulan proyek investasi sebesar Rp. 50 jutaselama 5 tahun, dengan tingkat pengembalian yang disyaratkan 20 %, perkiraan arus kas (cash flow)pertahunnya sebagai berikut:
Tahun
Arus kas
1
17.500.000
2
19.000.000
3
20.500.000
4
22.000.000
5
24.500.000
Hitunglah keuntungan perusahaan tersebut dengan menggunakan analisis NPV!
Rumus.
                  CF1     CF2        CF3             CFN
PV   =               +             +           +….+             – OI
                             (1+i)1   (1+i)2    (1+i)3             (1+i)n
NPV=    ∑ PV Cash flow – Nilai Investasi (Original investment)
Tahun
(1)
Cash Flow
(2)
Interest Rate
(3)
Present Value
(4)=(2)x(3)
1
Rp. 17.500.000
0,833
Rp. 14.577.500
2
Rp. 19.000.000
0,694
Rp. 13.186.000
3
Rp. 20.500.000
0,579
Rp. 11.869.500
4
Rp. 22.000.000
0,482
Rp. 10.604.000
5
Rp. 24.500.000
0,402
Rp. 9.849.000
Total present value
Original investment
Rp. 60.086.000
Rp. 50.000.000
Net Present Value
Rp.10.086.000
Berdasarkan kriteria NPV, usulan proyek investasi tersebut sebaiknya diterima karena NPV-nya positif. Artinya dana sebesar Rp. 50 juta yang diinvestasikan selama 5 tahun dalam proyek tersebut dapat menghasilkan present value cash flow sebesar Rp. 10.086.000
Aplikasi Untuk Cash Flow Setiap Tahun Sama
Suatu perusahaan mempertimbangkan usulan proyek investasi sebesar Rp. 50 juta dengan arus kas(cash flow) Rp. 25 juta pertahun sebesar Rp.  juta selama 5 tahun dengan tingkat pengembalian yang disyaratkan 20 %.
Tahun
(1)
Cash Flow
(2)
Intrest Rate
(3)
Present Value
(4)=(2)x(3)
1
Rp. 25.000.000
0,833
Rp. 20.825.000
2
Rp. 25.000.000
0,694
Rp. 17.350.000
3
Rp. 25.000.000
0,579
Rp. 14.475.000
4
Rp. 25.000.000
0,482
Rp. 12.050.000
5
Rp. 25.000.000
0,402
Rp. 10.050.000
Total present value
Original investment
Rp. 74.750.000
Rp. 50.000.000
Net Present Value
Rp. 24.750.000
Berdasarkan kriteria NPV, usulan proyek investasi tersebut sebaiknya diterima kerena NPV-nya positif. Artinya dana sebesar Rp. 50 juta yang diinvestasikan selama 5 tahun dalam proyek tersebut dapat menghasilkan present value cash flow sebesar Rp. 24.750.000
Profit Sharing
Dari contoh diatas. Disini peneliti ingin mengadakan perbandingan dalam menilai kelayakan investasi melalui contoh yang sama dengan menggunakan analisis Profit Sharing, dengan tetap melihat perkiraan cash flow.
Contoh:
Suatu perusahaan (asumsi) sedang mempertimbangkan usulan proyek investasi sebesar Rp. 50 juta selama 5 tahun dengan nisbah bagi hasil 80:20, perkiraan arus kas (cash flow) pertahunnya sebagai berikut:
Tahun
Arus kas
1
17.500.000
2
19.000.000
3
20.500.000
4
22.000.000
5
24.500.000
Hitunglah keuntungan perusahaan tersebut dengan menggunakan analisis profit sharing!
Tahun
(1)
Cash flow
(2)
Nisbah Bagi Hasil
(3)
Profit Sharing
(4)=(2)x(3)
1
Rp. 17.500.000
0,2
Rp. 3.500.000
2
Rp. 19.000.000
0,2
Rp. 3.800.000
3
Rp. 20.500.000
0,2
Rp. 4.100.000
4
Rp. 22.000.000
0,2
Rp. 4.400.000
5
Rp. 24.500.000
0,2
Rp. 4.900.000
Total Profit
Jumlah Investasi
Rp. 20.700.000
Rp. 50.000.000
Profit Sharing
Rp. -29.300.000
Berdasarkan analisis Profit Sharing, usulan proyek investasi tersebut sebaiknya ditolak, karena jumlah Profit Sharing lebih kecil dari jumlah investasi. Artinya dana sebesar Rp. 50 juta yang diinvestasikan selama 5 tahun dalam proyek tersebut dapat menghasilkan profit sharing cash flowsebesar Rp. -29.300.000
Namun, dalam analisis profit sharing besar kecilnya nisbah bagi hasil dapat ditetapkan secara bersama dengan berlandaskan prinsip keadilan. Artinya dalam hal ini, pihak investor dapat menawar kembali jumlah nisbah tersebut. Misalnya, berdasarkan kesepakatan antara pihak pengelola dana dan pihak pemberi dana terjadi kesepakatan nisbah bagi hasil 50:50
Tahun
(1)
Cash flow
(2)
Nisbah Bagi Hasil
(3)
Profit Sharing
(4)=(2)x(3)
1
Rp. 17.500.000
0,5
Rp. 8.750.000
2
Rp. 19.000.000
0,5
Rp. 9.500.000
3
Rp. 20.500.000
0,5
Rp. 10.250.000
4
Rp. 22.000.000
0,5
Rp. 11.000.000
5
Rp. 24.500.000
0,5
Rp. 12.250.000
Total Profit
Jumlah Investasi
Rp. 51.750.000
Rp. 50.000.000
Profit Sharing
Rp. 1.750.000
Berdasarkan analisis profit sharing dengan nisbah 50:50, jumlah profit adalah Rp. 1.750.000. Artinya, jika proyek investasi ini terjadi investor akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 1.750.000
Aplikasi Untuk Cash Flow Setiap Tahun Sama
Suatu perusahaan mempertimbangkan usulan proyek investasi sebesar Rp. 50 juta dengan arus kas(cash flow) Rp. 25 juta pertahun sebesar Rp.  juta selama 5 tahun dengan tingkat pengembalian yang disyaratkan dengan nisbah bagi hasil 80:20.
Tahun
(1)
Cash flow
(2)
Nisbah Bagi Hasil
(3)
Profit sharing
(4)=(2)x(3)
1
Rp. 25.000.000
0,2
Rp. 5.000.000
2
Rp. 25.000.000
0,2
Rp. 5.000.000
3
Rp. 25.000.000
0,2
Rp. 5.000.000
4
Rp. 25.000.000
0,2
Rp. 5.000.000
5
Rp. 25.000.000
0,2
Rp. 5.000.000
Total Profit
Jumlah Investasi
Rp. 25.000.000
Rp. 50.000.000
Profit Sharing
Rp. -25.000.000
Berdasarkan kriteria Profit Sharing, usulan proyek investasi tersebut sebaiknya ditolak kerena Profit-nya negatif. Artinya dana sebesar Rp. 50 juta yang diinvestasikan selama 5 tahun dalam proyek tersebut dapat menghasilkan profit sharing cash flow sebesar Rp. -25.000.000
Akan berbeda hasilnya, jika dengan contoh yang sama, namun besaran nisbah bagi hasilnya 60:40,
Cash flow = 25.000.000 x 0,4 = 10.000.000
Waktu investasi = 10.000.000 x 5 = 50.000.000
Artinya, jika proyek investasi tersebut diterima, dengan nisbah bagi hasil 60:40 jumlah antara profitdan modal itu sama (impas).
Penilaian kelayakan investasi dengan menggunakan NPV, yang mengedepankan analisis kelayakan finansial, tentu akan menolak proyek investasi dengan nilai cash flowbersih yang lebih kecil dari modal, karena pihak investor akan mengalami kerugian. Akan tetapi, dalam prinsip Islam, investasi seharusnya tidak dengan menentukan keuntungan dimuka, tapi dilakukan melalui bagi hasil baik dalam keadaan untung maupun situasi rugi (profit and loss sharing). Prinsip ini lebih menjunjung keadilan, karena hasil akhir suatu kegiatan bisnis sebenarnya tidaklah pasti. Bila penentuan keuntungan dimuka, maka kemungkinan besar salah satu pihak akan mengalami kerugian, sedangkan Islam menghendaki dilakukannya perhitungan bagi hasil secara adil dengan melibatkan penyedia dana maupun pelaku aktivitas usaha.

C. Transformasi Karakteristik Alternatif Proyek Kedalam Dimesi Moneter
Karakteristik Proyek
Karakteristik sebuah proyek memiliki konsep sebagai berikut :
1. Manajemen Proyek bersifat kondisonal dan sementara karena waktu mempengaruhi dalam pengerjaan yang dipastikan awal dan akhirnya kapan terjadi.
2. Manajeman Proyek memiliki kewenangan biaya karena biaya tersebut memperngaruhi manajemen proyek tersebut berjalan
3. Kualitas membatasi dalam manajemen proyek
4. Manajemen proyek tidak berulang bisa dikatakan tidak akan terjadi lagi setelah selesai dalam sebuah penugasan yang disepakati.
Batasan dalam Proyek
Setiap pekerjaan atau tugas pasti ada batasan begitu pula dengan proyek itu sendiri terdapat 3 batasan yang menentukan kualitas. Berikut ini batasan dalam sebuah proyek :
Scope : Memiliki ketentuan tujuan sebuah proyek secara keseluruhanyang  bisa dilakukan dengan menentukan batasan-batasan apa saja yang akan diambil untuk efisien dan efektif dalam proyek untuk kontrol kualitas. Kontrol kualitas juga sangat mempengaruhi di proyek itu sendiri.
Cost : Biaya termasuk hal yang paling berpengaruh besar untuk sebuah proyek. Seperti biaya yang tersedia berserta pengeluarannya. Jika tidak di kelola dan di manfaatkan dengan baik bisa jadi sebuah proyek akan terhenti. Dan tidak lupa dalam cost (biaya) mempengaruhi unsur seperti pekerja non-displiner, bahan baku, dan peralatan pendukung proyek dan lain-lain.
Time : Percayalah mengerjakan sesuatu pasti memerlukan waktu dan proyek juga memiliki waktu khususnya dalam proses pembuatan proyek yang memerlukan jangka waktu pengerjaan yang terstruktur untuk menghasilkan hasil yang baik. Oleh karena itu tidak bisa dilakukan dengan asal dan tidak memiliki timeplan karena bisa berakibat proyek tersebut tidak selesai tepat waktu.

Referensi :
Advertisements


Kamis, 16 November 2017

Latihan Soal

Nama : Achmad Buchori
NPM  : 10415056 (GANJIL)
Kelas  : 3IB03



Soal:
1. Sebuah perusahaan memperkirakan akan memperoleh keuntungan sebesar Rp. 4.150.000 pada tahun ke-7 yang akan mendatang. Kalau MARR 15%, berapakah nilai uang tersebut sekarang ?

3. Seorang petani memperkirakan mulai tahun depan anaknya akan sekolah ke kota dengan biaya Rp. 15.000 perbulan selama 7  tahun. Apabila bank dapat menyalurkan uang tersebut dengan memberi imbalan 8% per-annum (annually), kalau  uangnya akan diambil  per-bulan, berapakah yang harus disetorkan petani tersebut ?

Jawab :

1. P = ?
   
  P = F(P/F.i%.N)
     = 4.150.000 (P/F.i%.N)
     = 4.150.000 (0,3759)
     = 1.559.985

3. P = ?

  P = F(P/F.i%.N)
     = 15.000  (P/F.i%.N)
     = 15.000 (0,5835)
     = 8.752,5
 

 

Rabu, 27 September 2017

Jurnal Ekonomi Teknik


Abstrak: Banyak orang yang salah mengambil langkah dalam melakukan suatu investasi, mereka akan segera tergiur dengan suatu hal baru yang menurutnya menguntungkan. Padahal masih ada hal lain yang jauh lebih menguntungkan namun minimnya pengetahuan membuat mereka hanya mengetahui luarnya saja. Maka dari itu dengan dilakukannya penelitian ini diharapkan para investor lebih teliti dalam melakukan investasi terutama dengan minimnya biaya. Dengan menggunakan ekonomi teknik dan forecasting terhadap nilai kurs tukar kita akan mengetahui investasi mana yang lebih menguntungkan dengan ketentuan biaya tertentu. Dalam penelitian ini dilakukan perbandingan investasi di bank dan emas dengan dana 15 juta Rupiah yang hasilnya adalah investasi emas akan lebih menguntungkan meski bunga bank yang ditawarkan cukup tinggi.

PENDAHULUAN

Investasi merupakan penanaman modal yang diharapkan dapat menghasilkan tambahan dana pada masa yang akan datang (Francis, 2001). Bisa dibilang investasi merupakan satu bentuk pengorbanan harta pada masa sekarang untuk mendapatkan keuntungan di masa depan. Jenis-jenis investasi dibedakan menjadi dua oleh Bodie (1995):

1.      Investasi dalam bentuk aset riil (real assets) = Yaitu investasi dalam bentuk aktiva berwujud fisik, seperti emas, batu mulia dan sebagainya.
2.      Investasi dalam bentuk surat berharga/sekuritas (marketable securities financial assets) = Yaitu investasi dalam bentuk surat-surat berharga yang pada dasarnya merupakan klaim atas aktiva riil yang diawasi oleh suatu lembaga/perorangan tertentu.
Investasi tentunya memiliki resiko. Donald E. Fischer & Ronald J. Jordan (1995) menyatakan bahwa resiko berarti ketidakpastian dalam kemungkinan distribusi return. Dalam hal ini resiko investasi bisa dalam bentuk tidak kembalinya atau hilangnya dana yang diinvestasikan atau dengan kata lain investor mengalami kerugian.
Untuk meminimalisir resiko dalam berinvestasi, perlu dilakukan pertimbangan matang dalam menentukan investasi yang akan dilakukan. Salah satu ilmu yang mempelajarinya adalah ekonomi teknik. Ekonomi teknik merupakan suatu ilmu


ekonomis yang terkandung dalam suatu rencana kegiatan teknik (engineering).

Nilai uang yang kita miliki sekarang berbeda dengan yang kita miliki pada masa lalu maupun yang akan datang. Contoh sederhananya adalah jika pada tahun 2000 kita dapat membeli semangkuk bakso dengan harga Rp 5.000,00, maka pada tahun 2014 kita harus mengeluarkan Rp 10.000,00 atau lebih untuk mendapatkan barang yang sama. Artinya uang Rp 5.000,00 yang kita miliki tahun 2000 mengalami penyusutan.
Untuk itu, banyak orang melakukan investasi dengan tujuan mendapatkan keuntungan lewat mengubah uang menjadi barang yang memiliki nilai yang terus berkembang. Berikut merupakan contoh investasi yang sering dilakukan:
1.      Menyimpan di bank dalam kurun waktu tertentu atau disebut deposito
2.      Membeli properti
3.      Membeli emas
4.      Saham
Dalam melakukan investasi diperlukan dana. Untuk investasi seperti properti, diperlukan dana yang tidak sedikit. Namun, pelajar tetap dapat melakukan hal tersebut meski tidak memiliki dana sebesar para investor. Dalam kasus ini akan dibahas mengenai pilihan investasi terbaik yang dapat dilakukan pelajar/mahasiswa. Untuk kasus tersebut dianggap mahasiswamemiliki dana sebesar Rp. 15.000.000,00. Jenis investasi yang akan dibandingkan adalah deposito bank dan emas mengingat kedua investasi ini merupakan jenis investasi yang dapat dilakukan tanpa harus mengeluarkan dana yang terlalu besar.

Studi Kasus

Untuk dapat mengetahui yang mana yang lebih menguntungkan perlu diketahui terlebih dahulu konsep ekonomi teknik. Agar dapat mengetahui investasi yang menguntungkan, nilai dari investasi tersebut harus dibandingkan. Dalam ekonomi teknik ada beberapa metode dalam menentukan nilai seperti:

1.      Present value: besarnya jumlah uang, pada permulaan periode atas dasar tingkat bunga tertentu dari sejumlah uang yang baru akan diterima beberapa waktu/ periode yang akan datang.
Future value: nilai uang dimasa yang akan datang dari uang yang diterima atau dibayarkan pada masa sekarang dengan memperhitungkan tingkat bunga setiap periode selama jangka waktu tertentu.

Metode peramalan yang digunakan adalah moving average, exponential smoothing, serta linear trend. Persentase kesalahan dalam ramalan didapat dengan mencari Mean Absolute Percent Error (MAPE). 
Dalam makalah ini akan digunakan future value untuk membandingkan kedua jenis investasi tersebut. Dana yang dibutuhkan adalah Rp. 15.000.000,00 dengan asumsi lama investasi adalah 5 (lima) tahun dan pergerakan kurs dollar terhadap rupiah dianggap stabil serta faktor lain yang mempengaruhi kurs dan bunga dihilangkan.

METODOLOGI PENELITIAN

Penelitian dimulai dengan menyebarkan kuisioner singkat kepada mahasiswa Universitas Bunda Mulia Jakarta secara acak sebanyak 50 orang. Pertanyaan mencakup jenis kelamin, umur, jenis investasi yang dipilih (emas atau bank), bank yang menurut responden terbaik di Indonesia. Setelah kuisioner disebarkan, dilakukan pengumpulan data harga jual emas (harga yang dikenakan kepada end customer), kurs dollar terhadap rupiah, serta suku bunga bank. Langkah selanjutnya adalah mengolah data tersebut dan menentukan value dari investasi emas dan bank untuk 5 tahun kedepan dengan terlebih dahulu menentukan forecasting harga emas, serta kurs.

PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

Responden yang dilibatkan dalam penelitian ini mencapai 50 orang responden. Tabel 2 menunjukkan data karakteristik responden yang dilibatkan dalam penelitian ini. Adapun tabel 3 menunjukkan data harga jual emas pada sesi penutupan akhir tahun, dari tahun 1998 sampai dengan 2013.

Dari data pada tabel 3, dibuat forecast untuk harga jual emas pada tahun 2019 mendatang. Teknik yang digunakan adalah exponential smoothing,dimana forecast awal, yakni tahun 1986 dibuat dengan menggunakan 5 years moving average. Forecast selanjutnya menggunakan koefisien eksponen tergantung dari fluktuasi data sebelumnya. Patokannya adalah α mendekati 0,1 jika data stabil dan 0,9 jika tidak stabil. Setelah mendapat ramalan untuk tahun 2014, diasumsikan bahwa harga emas selanjutnya akan stabil sehingga dapat digunakan moving average untuk 5 tahun. Tabel 4 memperlihatkan hasil forecast harga jual emas sampai dengan tahun 2019.
 
Selisih kenaikan emas (i) tahun 2014 dan 2019 adalah:
 


Untuk kurs, diambil data bulanan dari Desember 2009 hingga awal April 2014. Dengan menggunakan metode linear akan didapat persamaan dari tabel tersebut. Metode linear digunakan karena pergerakan kurs relatif stabil dalam peningkatan maupun penurunannya.


Jika Rp. 15 juta dikonversikan ke dollar, maka didapat
  6

.


Pada tanggal 4 April 2014 harga emas $ 1.303 per ounce
sehingga ia mendapat

. 9 , /
= $1326
9 = 1,08
@ B





9

. Asumsikan pelajar membeli emas tersebut pada tanggal tersebut








dan investasi dimulai tanggal 30 Desember 2014. Hal yang sama berlaku juga dengan deposito bank agar mempermudah dalam perbandingan.

Dengan menggunakan rumus linier didapat persamaan (data yang diperlukan
telah tersedia di Tabel 5):
Y= 6863,69+ 78,63t                                                                    …...(Persamaan 1)

Bulan 1 merupakan bulan Desember 2009. Jadi Bulan Desember 2019 adalah t bulan ke-121 sehingga Y= Rp. 16.377,92. Ini merupakan asumsi dollar akan terus naik.
Deposito bank yang digunakan adalah Bank BCA sebesar 7% per tahun. Namun perlu diingat bahwa berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 131 Tahun 2000setiap deposito melebihi Rp. 7.500.000,00 dikenakan pajak 20%. Akibatnya bunga deposito berkurang 20%, yakni menjadi 5,6% per tahun. Jadi Future Value deposito adalah F= 15 juta *(F/P, 5,6%,5) = 15.000.000 * (1,3132) = Rp. 19.697.488,25
Sedangkan untuk emas dengan mengasumsikan bunga yang akan didapat dari membeli emas di tahun 2014 kemudian menjualnya di tahun 2019, maka didapatkan bunga sebesar 1,7% selama 5 tahun F= $ 1326 * (F/P, 1,7%,1) = 1326 * (1,017) = $ 1.348,54
Nilai tersebut dikonversikan ke rupiah menggunakan perkiraan harga pada Desember 2019 ($1= Rp. 29.901,00 ) sehingga didapat F= 1.348,54 * 16.377,92= Rp. 22.086.280,24
Perhitungan diatas menunjukkan bahwa investasi emas lebih menguntungkan daripada deposito bank. Hal ini disebabkan karena:
1.      Meski bunga (i) emas jauh lebih kecil, namun kurs dollar yang mengalami tren naik dan diperkirakan akan tetap dialami hingga 2019 menyebabkan nilai emas meningkat pesat
2.      Emas yang dimiliki dijual terlebih dahulu dalam bentuk dollar. Nilai F dari emas tidak berlaku jika emas dijual dalam bentuk rupiah karena harganya akan berbeda bahkan lebih kecil mengingat pergerakan dollar dan rupiah berbeda.

KESIMPULAN

Berdasarkan analisa diatas dapat disimpulkan:

1.      Forecasting dilakukan untuk mengetahui prediksi pada waktu yang akan datang
2.      Nilai uang dari waktu ke waktu akan terus berubah
Investasi emas lebih menguntungkan dibandingkan deposito untuk mahasiswa

Daftar Pustaka

http://journals.ums.ac.id/index.php/jiti/article/viewFile/631/370



SARAN
-          Untuk jurnal yang berjudul Penentuan Jenis Investasi dengan Analisa Ekonomi Teknik dan Forecasting ini lebih ditingkatkan dengan cara menggambil sumber terbaru, karena pertumbuhan ekonomi terus bertambah setiap tahun nya.
-          Bahasa yang digunakan bisa lebih di perjelas lagi, untuk memudahkan pembaca memahami arti dari pembahasan yang dibahas pada jurnal ini.

KRITIK
-          Masih kurang lengkap untuk metodologi penelitian karena pada metode penelitan langsung pada inti dari studi kasus nya, tidak di jelaskan secara detil apa saja yang harus di lakukan.