Selasa, 17 Januari 2017

Pencemaran Limbah gas Industri

Asap Pabrik Tripkles Dinilai Ganggu Aktivitas Warga
BELOPA – Asap yang dikeluarkan pabrik tripleks milik perusahaan PT Panply mulai dikeluhkan warga karena disebut  mengganggu aktivitas mereka dan mengancam kesehatan.
Menurut warga sekitar asap ini bersumber dari cerobong yang berada di depan pabrik.
Manager SDM PT Panply, Andi Mas, menjelaskan bahwa tinggi cerobong asap yang dimaksud sudah sesuai ketentuan pemerintah.
“Setiap tahun pemerintah melakukan uji kelayakan, setiap tahun diperiksa, jadi segalanya sudah melalui proses dan ketentuan baku, “ kata dia.
Jadi, ditambahkan Andi Masa dia tidak ingin menyebutkan bahwa cerobong asap tersebut renda karena telah melalui pemeriksaan.
Sementara itu anggota DPRD Luwu, Summang, secara terpisah mendesak BLH Kabupaten Luwu agar segera turun tangan dan menyelidiki kebenarannya.
“Informasinya jika cerobong asap pabrik ini hanya berkisar 10 meter hingga 15 meter, menurut saya itu cukup rendah dan membahayakan kesehatan warga sekitar, “ Ujar mantan kata aktifis Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) ini.
Bukan hanya mendesak BLH, Summang juga meminta agar Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu melakukan pemeriksaan kesehatan warga sekitar dan mengambil laporan atau  riwayat pemeriksaan kesehatan warga yang tinggal di wilayah ini baik di Puskesmas terdekat maupun di RSUD terdekat dalam kurun beberapa bulan atau satu tahun terakhir.
Dari pengamatan di lapangan, tampak cerobong asap dalam lingkungan pabrik mengeluarkan kepungan asap tebal setinggi 10 meter hingga 15 meter. Posisi pabrik berada di pinggir pantai dekat pemukiman penduduk tepatnya berada di timur rumah penduduk.
Jika terjadi angin laut atau angina yang mengarah baik ke utara, selatan terlebih jika mengarah ke barat maka sap ini tentunya akan mengepung pemukiman padat penduduk.

Dampak Pencemaran Limbah Gas dari Industri dan Rumah Tangga
Limbah juga dapat berasal dari gas tertentu yang dihasilkan dari sebuah proses produksi, jika gas tersebut memiliki tingkat konsentrasi yang melebihi ambang batasnya di udara maka dapat menimbulkan berbagai gangguan. Suatu contoh timbulnya pencemaran dari Gas buang kendaran bermotor, peledak, maupun industri pupuk, pembakaran yang dilakukan dari aktibitas ini menghasilkan gas Nitrogen Oksida (N2O), bila kandungannya dalam udara melebihi batas normal dapat menggangu dan melemahkan sistem beserta saluran pernapasan sehingga dampak terburuknya dapat membuat paru – paru mudah terserang infeksi. Dampak lain dari berbagai limbah gas yang dihasilkan oleh industri maupun rumah tangga diantaranya :
Gas Sulfur Dioksida (SO2) yang bersumber dari pembakaran dari batu bara atau bahan bakar minyak yang mengandung Sulfur. Dampak-nya dapat Menimbulkan efek iritasi pada saluran nafas sehingga menimbulkan gejala batuk dan sesak nafas.
Gas Amoniak (NH3) yang bersumber dari proses Industri. Dampak-nya menimbulkan bau yang tidak sedap/menyengat, merusak sistem pernapasan, bronchitis, merusak indera penciuman.
Gas Karbon Dioksida (CO2), Karbon Monoksida (CO) dan Hidrokarbon yang bersumber dari proses pembakaran yang menghasilkan asap tebal / banyak asap. Dampak-nya menimbulkan efek sistematik, karena meracuni tubuh dengan cara pengikat melalui hemoglobin yang amat vital bagi oksigenasi jaringan tubuh akaibatnya apabila otak kekurangan oksigen dapat menimbulkan kematian, dalam jumlah kecil dampak-nya dapat menimbulkan gangguan berfikir, gerakan otot, gangguan jantung.

Referensi

http://sedotwcjakarta.net/blog/info/penyebab-dampak-pencemaran-limbah-padat-cair-gas-industri-rumah-tangga/

Keracunan Bahan Organis

Keracunan Buruh Pabrik Akibat Bakteri Koli
TEMPO Interaktif, Tangerang:Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mengungkapkan, kasus keracunan makanan yang menimpa sejumlah pekerja belakangan ini kebanyakan disebabkan oleh bakteri koli dan bakteri botulimus. Bakteri ini masuk pada makanan yang sudah busuk atau makanan yang mengandung zat pengawet.

Makan tersebut umumnya telah kadaluarsa dan tercemar karena proses pengolahan atau memasaknya tidak bersih. "Bakteri itu berasal dari zat makanan yang diolah tanpa memperhatikan kebersihan," ujar Hani Heryanto, Kepala Dinas kesehatan Kabupaten Tangerang, Selasa (27/12).

Menurut dia, bakteri yang masuk ke dalam makanan itu tidak langsung bereaksi ketika habis disantap. "Biasanya bereaksi beberapa jam setelah itu, tergantung kondisi tubuh," paparnya. Hani menambahkan, bakteri koli menyerang pencernaan. Apabila korban tidak segera mendapat pertolongan bisa menyebabkan kematian. 

Cara kerja bakteri ini, menurutnya, berbeda dengan bakteri kolera yang lebih ganas. Hani mengakui jika kasus keracunan makanan secara massal kerap kali terjadi beberapa waktu terakhir ini. Kebanyakan sumber keracunan berasal dari makanan yang dibuat dari usaha katering.

Sepanjang 2005 ini, tambah Hani, puluhan kasus keracunan makanan dengan skala kecil maupun besar. Korbannya mencapai ribuan orang. Kasus terakhir menimpa sekitar 6.500 buruh PT Prima Inreksa. Perusahaan sepatu merek Adidas itu berlokasi di Jalan Raya Industri IV, Blok AG KM 8, Cikupa, Tangerang.

Gejala karyawan mengalami mual, muntah-muntah, dan buang air terus menerus. Korban dilarikan ke Rumah Sakit Daerah Tangerang, Rumah Sakit Ashobirin, Serpong, dan Rumah Sakit Qodar, Karawaci. 

Langkah antisipasi, kata Hani, kantornya saat mengawasi pengusaha katering yang melayani pesanan sejumlah perusahaan. Pembinaan meliputi tata cara pengolahan makanan yang benar.
Pengertian E Coli
Escherichia coli atau sering disebut dengan nama E. coli adalah sejenis bakteri yang umum ditemukan di dalam usus manusia yang sehat. Bakteri E. coli sendiri terdapat beberapa jenis. dan kebanyakan dari bakteri ini tidak berbahaya. Meski demikian, sebagian di antaranya bisa menyebabkan keracunan makanan dan infeksi yang cukup serius.
Beberapa galur bakteri E. coli bisa menghasilkan racun yang cukup berbahaya dan bisa menyebabkan kondisi yang serius. Salah satunya adalah galur bakteri E. coli 0157 sebagai jenis yang bisa membahayakan tubuh, seperti mengakibatkan diare bercampur darah, kram perut, dan muntah-muntah
Infeksi bakteri E. coli yang terjadi pada manusia biasanya berasal dari makanan dan minuman yang terkontaminasi, terutama sayuran mentah dan juga daging yang kurang matang. Untuk menurunkan risiko mengalami infeksi usus, persiapan memasak dan kebersihan makanan sangat penting untuk dijaga.
Gejala-gejala Akibat Infeksi E. Coli
Gejala infeksi bakteri E. coli biasanya dimulai tiga hingga empat hari setelah tubuh terpapar oleh bakteri, tapi Anda akan mulai merasa sakit pada satu hari hingga lebih dari satu minggu kemudian. Berikut ini adalah gejala-gejala yang muncul akibat infeksi E. coli:
Perut kram.
Diare, dengan tingkat keparahan ringan hingga parah, dan bahkan berdarah.
Kehilangan selera makan.
Mual dan muntah.
Demam.
Kelelahan.
Gejala-gejala ini biasanya bertahan hingga satu minggu jika tidak terjadi komplikasi, tapi beberapa infeksi E. coli bisa sangat berbahaya. Semua orang yang mengalami infeksi E. coli berisiko terhadap komplikasi, tapi komplikasi lebih cenderung terjadi pada anak-anak. Hal ini disebabkan anak-anak lebih susah untuk bertahan ketika kehilangan banyak cairan dan darah akibat muntah dan diare.
Salah satu komplikasi paling serius dan bisa membahayakan nyawa dari infeksi E. coli adalah sindrom hemolitik uremik, yaitu sebuah kondisi ketika sel darah merah menjadi rusak dan bisa berakibat pada gagal ginjal.
Bagaimana Seseorang Bisa Terinfeksi E. coli?
Sebagian jenis dari bakteri tersebut bisa menyebabkan terjadinya infeksi. Infeksi yang disebabkan oleh E. coli bisa terjadi meski Anda hanya menelan sebagian kecil makanan atau air yang sudah terkontaminasi. Misalnya, Anda bisa terinfeksi meski hanya memakan sedikit daging yang kurang matang atau karena menelan sedikit air dari kolam renang umum yang terkontaminasi.
Di antara banyaknya jenis bakteri E. coli, ada sebagian yang bisa menyebabkan diare. Beberapa jenis E. coli, termasuk di antaranya E. coli 0157, menghasilkan racun yang mampu merusak dinding dari usus kecil dan mengakibatkan terjadinya diare yang bercampur dengan darah.
*Berikut ini beberapa cara yang bisa menyebabkan bakteri masuk ke tubuh manusia.
Melalui makanan terkontaminasi. Cara yang paling umum bagi seseorang bisa terinfeksi bakteri E. coli adalah melalui makanan yang terkontaminasi, misalnya mengonsumsi daging giling yang tercemar bakteri E. coli dari usus binatang, meminum susu mentah, dan memakan produk-produk mentah, terutama sayuran bayam dan selada.
Melalui air yang terkontaminasi. Kotoran manusia dan binatang bisa mencemari air tanah dan juga air di permukaan. Rumah dengan sumur pribadi sangat berisiko tercemar bakteri E. coli karena biasanya tidak memiliki sistem pembasmi bakteri. Kolam renang atau danau yang terkontaminasi dengan kotoran juga bisa menginfeksi seseorang dengan bakteri E. coli.
Kontak langsung dari orang ke orang. Orang dewasa maupun anak-anak yang lupa mencuci tangan setelah buang air besar bisa menularkan bakteri ini ketika orang tersebut menyentuh orang lain atau makanan.
Binatang. Orang-orang yang bekerja dengan binatang, terutama sapi, kambing, dan domba, lebih berisiko terkena infeksi bakteri E. coli. Mereka yang bekerja dengan binatang-binatang ini, atau berada di lingkungan dengan kelompok binatang ini harus lebih rajin mencuci tangan dengan bersih.
*Berikut ini beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko infeksi bakteri E. coli.
Usia. Anak-anak dan orang tua lebih berisiko mengalami sakit yang disebabkan oleh bakteri E. coli.
Sistem kekebalan tubuh lemah. Misalnya penderita AIDS atau yang sedang menjalani kemoterapi akan lebih berisiko terkena infeksi E. coli.
Penurunan kadar asam dalam perut. Asam lambung bisa memberikan perlindungan terhadap bakteri E. coli. Sebagian obat-obatan ada yang berfungsi menurunkan kadar asam perut dalam tubuh dan sebagai akibatnya risiko terinfeksi E. coli bisa meningkat.
*Berikut ini adalah beberapa kondisi yang mewajibkan Anda untuk segera menemui dokter.
Diare yang tidak menunjukkan tanda-tanda membaik setelah lima hari pada orang dewasa, atau selama dua hari jika terjadi pada bayi dan anak-anak.
Demam disertai diare.
Muntah-muntah selama lebih dari 12 jam. Jika terjadi pada bayi di bawah usia tiga bulan, segera temui dokter anak.
Munculnya gejala dehidrasi, seperti jumlah urine menurun, merasa sangat haus, atau kesadaran yang menurun.
Tidak bisa mempertahankan cairan dalam tubuh.
Sakit perut tidak hilang setelah buang air besar.
Tinja yang bercampur dengan nanah atau darah.
*Cara Mengobati Infeksi E. coli
Infeksi bakteri E. coli yang menyebabkan infeksi saluran pencernaan biasanya tidak ditangani dengan antibiotik karena bisa meningkatkan risiko komplikasi yang lebih serius. Yang terpenting dalam menangani kondisi ini adalah dengan meminum banyak air putih untuk menggantikan cairan yang hilang akibat diare dan muntah-muntah. Selain itu Anda juga disarankan untuk istirahat secukupnya.
Untuk mengatasi dehidrasi pada anak yang mengalami diare, cairan oralit bisa membantu memulihkan cairan dalam tubuh mereka. Selain itu, oralit juga berfungsi menggantikan sodium, potasium, dan juga glukosa dalam tubuh.
Jangan memberikan obat-obatan antidiare yang akan melambatkan sistem pencernaan Anda karena obat ini akhirnya akan mencegah terbuangnya racun keluar dari tubuh. Jika infeksi E. coli yang terjadi cukup serius dan menyebabkan sindrom hemolitik uremik, Anda harus segera dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
*Hal-hal yang Bisa Dilakukan Untuk Mencegah Infeksi E. coli
Terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah infeksi bakteri E. coli, yaitu:
Mencuci tangan hingga bersih sebelum memasak, menyajikan, atau mengonsumsi makanan.
Mencuci tangan setelah menyentuh binatang atau bekerja di lingkungan dengan banyak binatang.
Hindari kontaminasi silang dengan mengupayakan memakai peralatan masak dan peralatan makan yang bersih.
Jauhkan daging mentah dari makanan dan benda bersih lainnya.
Hindari mengonsumsi susu mentah.
Jangan menyiapkan atau memasak makanan jika Anda sedang diare.
Sering mencuci tangan terutama setelah berada di lingkungan publik dan setelah keluar dari toilet.
Tidak meminum air dari kolam renang umum.

Referensi
https://metro.tempo.co/read/news/2005/12/27/05771307/keracunan-buruh-pabrik-akibat-bakteri-koli

http://www.alodokter.com/e-coli

Maslah Lingkungan Dalam Pembangunan Industri

Sungai Kapuas tercemar limbah, warga Piasak gatal-gatal 2 bulan
Merdeka.com - Sejumlah warga Dusun Piasak, Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, yang tinggal di bantaran Sungai Kapuas, tepat di bagian hilir pabrik PT Indonesia Chemical Alumina (PT ICA) mengaku sejak dua bulan terakhir terserang penyakit gatal-gatal. Mereka menduga penyakit itu berasal dari air Sungai Kapuas yang rutin digunakan untuk mandi dan mencuci sedangkan konsumsi warga membeli air kemasan dalam galon. "Sudah dua bulan inilah bang, kami di RT 12/05 ini kena gatal-gatal. Saya saja sekeluarga ada enam orang kena gatal-gatal ini, kasihan anak saya yang kecil ini kalau malam tidak bisa tidur garuk-garuk terus," kata Syamsudin, salah seorang warga, seperti dikutip dari Antara, Rabu (14/1).
Menurut Syamsudin, dia dan keluarga hampir dua kali seminggu berobat ke mantri kesehatan di Pulau Tayan. "Saya sekeluarga ini, rata-rata seminggu dua kali ke mantri Ilham, bang. Anak saya yang SMA itu, pernah saya kasih obat gatal sampai tiga butir, kalau tidak demikian besoknya tak bisa sekolah," papar dia. Ditambahkan Syamsudin, penyakit gatal-gatal ini menyerang bagian tubuh warga yang sering terkena air. Warga lain, Siman menambahkan, istrinya pun sempat terkena gatal-gatal kala menggunakan air Sungai Kapuas. Namun, sekarang ini dia sudah menggunakan air Sungai Piasak atau anak Sungai Kapuas. "Sekarang kami menyedot air Sungai Piasak. Sebelumnya, kami menggunakan air Sungai Kapuas, istri saya pun terkena gatal-gatal," ungkap dia.
Tokoh setempat, Endang Supriyatna mengungkapkan, warga setempat menyedot air Sungai Kapuas ketika malam hari, karena listrik baru nyala ketika malam. Ia sempat mengaitkan limbah PT ICA yang tumpah malam hari. "Kita tidak menuduh, kami kan nyedot air malam hari, karena listrik baru nyala malam. Nah, kalau kita cermati, limbah PT ICA itu meluap juga malam hari," ungkapnya. Menurut Endang, sebelum perusahaan tersebut beroperasional tidak ada warga yang gatal-gatal. Penyebabnya bisa saja, ketika proses bongkar-muat ada bahan kimia yang tumpah ke Sungai Kapuas atau apa. "Jadi banyak faktor lah penyebab warga ini gatal-gatal. Tapi setelah PT ICA ini beroperasional, baru ada warga kena gatal-gatal ini," ujar Endang.
Ditambahkan, sudah lama warga setempat meminta sarana air bersih. Namun, hingga sekarang belum juga terealisasi. "Dari dulu dibicarakan untuk pengadaan sarana air bersih itu. Tapi sampai sekarang, mana ada realisasi dari perusahaan," ungkap dia. Terpisah Kepala Desa Pedalaman, Sunarto menuturkan, kompensasi lima galon air untuk warga tetap diberikan hingga perusahaan mengeluarkan rilis terkait dengan kondisi air buangan limbah mereka."Selasa, ada perwakilan perusahaan ke kantor. Saya bisa membantu menjelaskan ke warga, terkait dengan hasil penelitian tim dari Untan. Tapi saya minta rilisnya, ada bahan saya untuk membuat pengumuman atau pemberitahuan kepada warga. Karena rilis itu sampai sekarang tidak ada, maka kompensasi air galon itu harus jalan dulu," ungkap dia.
Selain itu kata Narto, pihak perusahaan juga berencana mendatangkan tenaga kesehatan berupa dokter-dokter yang berada di beberapa Puskesmas, untuk pemeriksaan kesehatan warga. "Saya mintanya dokter spesialis penyakit kulit dan bukan dokter umum. Kan warga banyak keluhan terkena penyakit kulit," beber Narto.
Pandangan dan sikap kritis saya terhadap berita diatas:
Dengan cara memajukan pembangunan. Salah satu unsur penting dalam pembangunan tersebut adalah pembangunan di bidang industri. Namun dalam kegiatan industri akan diikuti dengan dampak negatif limbah industri terhadap lingkungan hidup manusia. Limbah industri yang toksik akan memperburuk kondisi lingkungan dan akan meningkatkan penyakit pada manusia dan kerusakan pada komponen lingkungan lainnya.
Dari hasil penelitian diketahui bahwa limbah industri dapat menghasilkan bahan toksik terhadap lingkungannya. yang berdampak negatif terhadap manusia dan komponen lingkungan lainnya. Limbah cair industri paling sering menimbulkan masalah lingkungan seperti kematian ikan, keracunan pada manusia dan ternak, kematian plankton, akumulasi dalam daging ikan dan moluska, terutama bila limbah cair tersebut mengandung zat racun seperti:  As, CN, Cr. Cd, Cu, F, Hg, Pb atau Zn.
Menurut Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup dijelaskan bahwa upaya penanganan terhadap permasalahan pencemaran terdiri dari langkah pencegahan terhadap permasalahan pencemaran terhadap permasalahan pencemaran terdiri dari langkah pencegahan dan pengendalian. Upaya pencegahan adalah mengurangi sumber dampak lingkungan yang lebih berat. Ada pun penanggulangan atau pengendaliannya adalah upaya pembuatan standar bahan baku mutu lingkungan, pengaweasan lingkungan dan penggunaan teknologi dalam upaya mengatasi masalah pencemaran lingkungan.
Secara umum, berikut ini merupakan upaya pencegahan atas pencemaran lingkungan:
1. Mengatur sistem pembuangan limbah industri sehingga tidak mencemari lingkungan
2. Menempatkan industri atau pabrik terpisah dari kawasan permukiman penduduk
3. Melakukan pengawasan atas penggunaan beberapa jenis pestisida, insektisida dan bahan kimia  
lain yang berpotensi menjadi penyebab dari pencemaran lingkungan.
 4.  Melakukan penghijauan.
 5. Memberikan sanksi atau hukuman secara tegas terhadap pelaku kegiatan yang mencemari lingkungan
 6.  Melakukan penyuluhan dan pendidikan lingkungan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang arti dan manfaat lingkungan hidup yang sesungguhnya.

Saran yang dapat disampaikan : limbah industri harus ditangani dengan baik dan serius oleh Pemerintah Daerah dimana wilayahnya terdapat industri. Pemerintah harus mengawasi pembuangan limbah industri dengan sungguh-sungguh. Pelaku industri harus melakukan cara-cara pencegahan pencemaran lingkungan dengan melaksanakan teknologi bersih, memasang alat pencegahan pencemaran, melakukan proses daur ulang dan yang terpenting harus melakukan pengolahan limbah industri guna menghilangkan bahan pencemaran atau paling tidak meminimalkan bahan pencemaran hingga batas yang diperbolehkan. Di samping itu perlu dila­kukan penelitian atau kajian-kajian lebih banyak lagi mengenai dampak limbah industri yang spesifik (sesuai jenis industrinya) terhadap lingkungan serta mencari metoda atau teknologi tepat guna untuk pencegahan masalahnya.
Referensi


     


Dampak Pencemaran Pertambangan

Terungkap: Pertambangan Batubara Meracuni Air di Kalimantan Selatan dan Melecehkan Hukum Indonesia

Jakarta, 3 Desember 2014: Greenpeace hari ini meluncurkan laporan berjudul “Terungkap: Tambang Batubara Meracuni Air di Kalimantan Selatan”, yang menjelaskan betapa aktivitas pertambangan batubara yang luas di Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia, telah merusak sumber air, membahayakan kesehatan dan masa depan masyarakat setempat.

Laporan yang merupakan hasil investigasi lapangan Greenpeace selama kurang lebih enam bulan ini juga menyajikan bukti kuat betapa perusahaan-perusahaan tambang batubara itu telah menggelontorkan limbah berbahaya ke dalam sungai dan sumber-sumber air masyarakat, melanggar standar nasional untuk pembuangan limbah di pertambangan.

“Ini masalah serius yang harus segera diatasi. Sepertiga wilayah Kalimantan Selatan telah menjadi wilayah tambang batubara. Badan Lingkungan Hidup setempat telah gagal menghentikan atau mencegah pelanggaran. Karena jumlah pertambangan batubara sangat banyak, hampir setengah dari jumlah sungai di Kalimantan Selatan berisiko terpapar dampak pencemaran air dari pertambangan,” tegas Arif Fiyanto, Jurukampanye Iklim dan Energi Greenpeace Asia Tenggara.

Dalam laporan ini tercatat, duapuluh dua dari duapuluh sembilan sample yang diambil oleh Greenpeace dari kolam penampungan limbah dan lubang-lubang bekas tambang dari lima konsesi pertambangan batubara di Kalimantan Selatan ditemukan memiliki derajat keasaman (pH) yang sangat rendah, jauh di bawah standar yang ditetapkan pemerintah. Dari seluruh sampel, 18 diantaranya memiliki derajat keasaman (pH) di bawah 4. Seluruh sampel yang diambil juga terdeteksi mengandung konsentrasi logam berat.

Bahaya Dari Limbah Merkuri
Limbah merkuri dapat menimbulkan penyakit berbahaya yang dapat menyerang sistem saraf dan otak manusia melalui aliran darah yang disebut Minamata Disease (Penyakit Minamata). Bahaya merkuri akan terlihat lima hingga 20 tahun mendatang.
Gejala yang tampak adalah :
-kerusakan pada otak,
-gagap bicara,
-hilangnya kesadaran,
-sulit tidur,
-kaki dan tangan terasa dingin,
-gangguan penciuman,
-bayi-bayi yang lahir cacat hingga menyebabkan kematian.
-Juga dapat menyerang hewan yang menghirup udara yang mengandung merkuri atau memakan   
 bahan makanan yang tercemar merkuri.

Referensi


Senin, 16 Januari 2017

Lingkungan Dan Pertambangan Di Indonesia


Berita Faktual terkait dengan Lingkungan dan Pertambangan di Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, KENDARI- Aktivitas para penambang dalam menjaga kelestarian lingkungan tak sesuai harapan, akibatnya kerusakan lingkungan di Sulawesi Tenggara parah akibat cara-cara penambang yang tidak profesional. Penjelasan itu terungkap melalui diskusi kecil yang diselenggaran Aliansi Jurnalistik Indonesia (AJI) yang melibatkan kalangan akademisi bidang lingkungan, LSM dan para jurnalis dan pimpinan media di Kendari.

Menurut penjelasanan Kabid Ponologi Dinas Kehutanan Sultra, Sahid melalui rilisnya, menyebutkan akibat penambangan tidak profesional, berdampak sekitar 80,91 ribu hektare hutan di Sultra rusak akibat aktivitas pertambangan (dialihfungsikan) dari jumlah kawasan hutan Sultra yang tersisa 2,6 juta hektare.

"Kerusakan hutan tersebut, disebabkan karena perusahaan tambang tidak melakukan SOP pertambangan secara optimal, termasuk melakukan rehabilitasi dan reboisasi terhadap lahan yang telah mereka keruk," kata Sahid.

Forum diskusi yang dikemas dengan cara meminta masukan dan saran serta kritikan dari peserta baik dari akademisi, LSM dan jurnalis, mengharapkan agar kalangan wartawan di daerah lebih banyak menggali dan memberitakan isu-isu lingkungan.

"Saya melihat, rekan-rekan media dalam memberitakan masalah isu lingkungan dianggap tidak terlalu seksi dan hanya pemberitaan yang sifatnya situasional dan kasuistik. Seharusnya setiap perusahaan media menyediakan kolom khusus terkait isu-isu menyangkut lingkungan," kata Dosen Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Universitas Haluoleo (UHO) Kendari Lies Indriani. Ia mengatakan, pemberitaan isu lingkungan dianggap seksi bila terjadi konflik, kongkalikong seperti bila ada kasus illegal logging dan sebagainya.Pandangan dan sikap kritis saya terhadap berita diatas:
           
Jika dilihat dari artikel berita tersebut, kerusakan lingkungan terjadi akibat para oknum penambang yang tidak melalukan cara – cara penambangan secara professional dan sesuai dengan SOP. Seharusnya para penambang yang akan menambang di wilayah hutan harus tetap menjaga kelestarian lingkungan dengan cara melakukan prosedur penambangan secara benar dan sesuai SOP. Para penambang juga harus melakukan rehabilitasi dan reboisasi setelah lahan tersebut selesai digunakan
           
Setelah kasus ini, semoga pemerintah lebih tegas mengawasi para oknum penambang nakal yang tidak memperhatikan kelestarian lingkungan agar dapat mewujudkan pencegahan kerusakan dan pengendalian pencemaran sumber daya alam dan lingkungan hidup dalam rangka pelestarian fungsi lingkungan hidup.

Masalah Lingkungan Dalam Pengembangan Pertambangan/Energi

        Masalah-masalah lingkungan dalam pembangunan lahan pertambangan dapat dijelaskan dalam berbagai macam hal. Berikut ini adalah maslah lingkungan dalam pembangunan lahan pertambangan:


1)   Menurut jenis yang dihasilkan di Indonesia terdapat antara lain pertambangan minyak dan gas bumi, logam-logam mineral antara lain seperti timah putih, emas, nikel, tembaga, mangan, air raksa, besi, belerang, dan lain-lain dan bahan-bahan organik seperti batubara, batu-batu berharga seperti intan, dan lain- lain.


2)   Pembangunan dan pengelolaan pertambangan perlu diserasikan dengan bidang energi dan bahan bakar serta dengan pengolahan wilayah, disertai dengan peningkatan pengawasan yang menyeluruh.

3)   Pengembangan dan pemanfaatan energi perlu secara bijaksana baik itu untuk keperluan ekspor maupun penggunaan sendiri di dalam negeri serta kemampuan penyediaan energi secara strategis dalam jangka panjang. Sebab minyak bumi sumber utama pemakaian energi yang penggunaannya terus meningkat, sedangkan jumlah persediaannya terbatas. Karena itu perlu adanya pengembangan sumber-sumber energi lainnya seperti batu bara, tenaga air, tenaga air, tenaga panas bumi, tenaga matahari, tenaga nuklir, dan sebagainya.

4)   Pencemaran lingkungan sebagai akibat pengelolaan pertambangan umumnya disebabkan oleh faktor kimia, faktor fisik, faktor biologis. Pencemaran lingkungan ini biasanya lebih dari pada diluar pertambangan. Keadaan tanah, air dan udara setempat di tambang mempunyai pengarhu yang timbal balik dengan lingkunganya. Sebagai contoh misalnya pencemaran lingkungan oleh CO sangat dipengaruhi oleh keaneka ragaman udara, pencemaran oleh tekanan panas tergantung keadaan suhu, kelembaban dan aliran udara setempat.


5)   Melihat ruang lingkup pembangunan pertambangan yang sangat luas, yaitu mulai dari pemetaan, eksplorasi, eksploitasi sumber energi dan mineral serta penelitian deposit bahan galian, pengolahan hasil tambang dan mungkin sampai penggunaan bahan tambang yang mengakibatkan gangguan pad lingkungan, maka perlua adanya perhatian dan pengendalian terhadap bahaya pencemaran lingkungan dan perubahan keseimbangan ekosistem, agar sektor yang sangat vital untuk pembangunan ini dapat dipertahankan kelestariannya.

6)   Dalam pertambangan dan pengolahan minyak bumi misalnya mulai eksplorasi, eksploitasi, produksi, pemurnian, pengolahan, pengangkutan, serta kemudian menjualnyatidak lepas dari bahaya seperti bahaya kebakaran, pengotoran terhadap lingkungan oleh bahan-bahan minyak yang mengakibatkan kerusakan flora dan fauna, pencemaran akibat penggunaan bahan-bahan kimia dan keluarnya gas-gas/uap-uap ke udara pada proses pemurnian dan pengolahan.

Rangka menghindari terjadinya kecelakaan pencemaran lingkungan dan gangguan keseimbangan ekosistem baik itu berada di lingkungan pertambangan ataupun berada diluar lingkungan pertambangan, maka perlu adanya pengawasan lingkungan terhadap:
1.      Cara pengolahan pembangunan dan pertambangan.
2.      Kecelakaan pertambangan.
3.      Penyehatan lingkungan pertambangan.
4.      Pencemaran dan penyakit-penyakit yang mungkin timbul.

Penyehatan Lingkungan Pertambangan

        Program lingkungan sehat bertujuan untuk mewujudkan mutu lingkungan hidup yang lebih sehat melalui pengembangan system kesehatan kewilayahan untuk menggerakkan pembangunan lintas sektor berwawasan kesehatan. Adapun kegiatan pokok untuk mencapai tujuan tersebut meliputi:

a.    Penyediaan sarana air bersih dan sanitasi dasar
b.    Pemeliharaan dan pengawasan kualitas lingkungan
c.    Pengendalian dampak risiko lingkungan
d.   Pengembangan wilayah sehat.

        Pencapaian tujuan penyehatan lingkungan merupakan akumulasi berbagai pelaksanaan kegiatan dari berbagai lintas sektor, peran swasta dan masyarakat dimana pengelolaan kesehatan lingkungan merupakan penanganan yang paling kompleks, kegiatan tersebut sangat berkaitan antara satu dengan yang lainnya yaitu dari hulu berbagai lintas sektor ikut serta berperan (Perindustrian, KLH, Pertanian, PU dll.) baik kebijakan dan pembangunan fisik dan departemen Kesehatan sendiri terfokus kepada pengelolaan dampak kesehatan.

Pencemaran dan Penyakit-Penyakit yang Mungkin Timbul Karena Aktivitas Pertambangan

        Usaha pertambangan memang sangat berperan penting bagi jaman sekarang. Soalnya semua kehidupan di bumi ini menggunakan bahan-bahan yang berasal dari pertambangan. Contohnya:

a.    Biji besi digunakan sebagai bahan dasar membuat alat-alat rumah     tangga, mobil, motor, dll
b.    Alumunium digunakan sebagai bahan dasar membuat pesawat
c.    Emas digunakan untuk membuat kalung, anting, cincin
d.   Tembaga digunakan sebagai bahan dasar membuat kabel
e.    Masih banyak lagi seperti perak, baja, nikel, batu bara,timah,pasir kaca, dll.

        Seperti yang dikatakan bahwa dimana ada suatu aktivitas pasti disitu ada kerusakan lingkungan. Kerusakan lingkungan di pertambangan yaitu:

1.    Pembukaan lahan secara luas dalam masalah ini biasanya investor membuka lahan besar-besaran, ini menimbulkan pembabatan hutan di area tersebut. Di takutkan apabila area ini terjadi longsor banyak memakan korban jiwa.


2.    Menipisnya SDA yang tidak bisa diperbarui. Hasil petambangan merupakan Sumber Daya yang Tidak Dapat diperbarui lagi. Ini menjadi kendala untuk masa-masa yang akan datang.

3.    Masyarakat dipinggir area pertambangan menjadi tidak nyaman. Biasanya pertambangan membutuhkan alat-alat besar yang dapat memecahkan telinga. Dan biasanya kendaraan berlalu-lalang melewati jalanan warga. Dan terkadang warga menjadi kesal.


4.    Pembuangan limbah pertambangan yang tidak sesuai tempatnya. Dari sepenggetahuan saya bahwa ke banyakan pertambangan banyak membuang limbahnya tidak sesuai tempatnya. Biasanya mereka membuangnya di kali, sungai, ataupun laut. Limbah tersebut tak jarang dari sedikit tempat pertambangan belum di filter. Hal ini mengakibatkan rusaknya di sector perairan.


5.    Pencemaran udara atau polusi udara. Di saat pertambangan memerlukan api untuk meleburkan bahan mentah, biasanya penambang tidak memperhatikan asap yang di buang ke udara. Hal ini mengakibatkan rusaknya lapisan ozon.


Referensi




Berita Faktual terkait dengan Lingkungan dan Pertambangan di Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, KENDARI- Aktivitas para penambang dalam menjaga kelestarian lingkungan tak sesuai harapan, akibatnya kerusakan lingkungan di Sulawesi Tenggara parah akibat cara-cara penambang yang tidak profesional. Penjelasan itu terungkap melalui diskusi kecil yang diselenggaran Aliansi Jurnalistik Indonesia (AJI) yang melibatkan kalangan akademisi bidang lingkungan, LSM dan para jurnalis dan pimpinan media di Kendari.

Menurut penjelasanan Kabid Ponologi Dinas Kehutanan Sultra, Sahid melalui rilisnya, menyebutkan akibat penambangan tidak profesional, berdampak sekitar 80,91 ribu hektare hutan di Sultra rusak akibat aktivitas pertambangan (dialihfungsikan) dari jumlah kawasan hutan Sultra yang tersisa 2,6 juta hektare.

"Kerusakan hutan tersebut, disebabkan karena perusahaan tambang tidak melakukan SOP pertambangan secara optimal, termasuk melakukan rehabilitasi dan reboisasi terhadap lahan yang telah mereka keruk," kata Sahid.

Forum diskusi yang dikemas dengan cara meminta masukan dan saran serta kritikan dari peserta baik dari akademisi, LSM dan jurnalis, mengharapkan agar kalangan wartawan di daerah lebih banyak menggali dan memberitakan isu-isu lingkungan.

"Saya melihat, rekan-rekan media dalam memberitakan masalah isu lingkungan dianggap tidak terlalu seksi dan hanya pemberitaan yang sifatnya situasional dan kasuistik. Seharusnya setiap perusahaan media menyediakan kolom khusus terkait isu-isu menyangkut lingkungan," kata Dosen Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Universitas Haluoleo (UHO) Kendari Lies Indriani. Ia mengatakan, pemberitaan isu lingkungan dianggap seksi bila terjadi konflik, kongkalikong seperti bila ada kasus illegal logging dan sebagainya.Pandangan dan sikap kritis saya terhadap berita diatas:
           
Jika dilihat dari artikel berita tersebut, kerusakan lingkungan terjadi akibat para oknum penambang yang tidak melalukan cara – cara penambangan secara professional dan sesuai dengan SOP. Seharusnya para penambang yang akan menambang di wilayah hutan harus tetap menjaga kelestarian lingkungan dengan cara melakukan prosedur penambangan secara benar dan sesuai SOP. Para penambang juga harus melakukan rehabilitasi dan reboisasi setelah lahan tersebut selesai digunakan
           
Setelah kasus ini, semoga pemerintah lebih tegas mengawasi para oknum penambang nakal yang tidak memperhatikan kelestarian lingkungan agar dapat mewujudkan pencegahan kerusakan dan pengendalian pencemaran sumber daya alam dan lingkungan hidup dalam rangka pelestarian fungsi lingkungan hidup.

Masalah Lingkungan Dalam Pengembangan Pertambangan/Energi

        Masalah-masalah lingkungan dalam pembangunan lahan pertambangan dapat dijelaskan dalam berbagai macam hal. Berikut ini adalah maslah lingkungan dalam pembangunan lahan pertambangan:


1)   Menurut jenis yang dihasilkan di Indonesia terdapat antara lain pertambangan minyak dan gas bumi, logam-logam mineral antara lain seperti timah putih, emas, nikel, tembaga, mangan, air raksa, besi, belerang, dan lain-lain dan bahan-bahan organik seperti batubara, batu-batu berharga seperti intan, dan lain- lain.


2)   Pembangunan dan pengelolaan pertambangan perlu diserasikan dengan bidang energi dan bahan bakar serta dengan pengolahan wilayah, disertai dengan peningkatan pengawasan yang menyeluruh.

3)   Pengembangan dan pemanfaatan energi perlu secara bijaksana baik itu untuk keperluan ekspor maupun penggunaan sendiri di dalam negeri serta kemampuan penyediaan energi secara strategis dalam jangka panjang. Sebab minyak bumi sumber utama pemakaian energi yang penggunaannya terus meningkat, sedangkan jumlah persediaannya terbatas. Karena itu perlu adanya pengembangan sumber-sumber energi lainnya seperti batu bara, tenaga air, tenaga air, tenaga panas bumi, tenaga matahari, tenaga nuklir, dan sebagainya.

4)   Pencemaran lingkungan sebagai akibat pengelolaan pertambangan umumnya disebabkan oleh faktor kimia, faktor fisik, faktor biologis. Pencemaran lingkungan ini biasanya lebih dari pada diluar pertambangan. Keadaan tanah, air dan udara setempat di tambang mempunyai pengarhu yang timbal balik dengan lingkunganya. Sebagai contoh misalnya pencemaran lingkungan oleh CO sangat dipengaruhi oleh keaneka ragaman udara, pencemaran oleh tekanan panas tergantung keadaan suhu, kelembaban dan aliran udara setempat.


5)   Melihat ruang lingkup pembangunan pertambangan yang sangat luas, yaitu mulai dari pemetaan, eksplorasi, eksploitasi sumber energi dan mineral serta penelitian deposit bahan galian, pengolahan hasil tambang dan mungkin sampai penggunaan bahan tambang yang mengakibatkan gangguan pad lingkungan, maka perlua adanya perhatian dan pengendalian terhadap bahaya pencemaran lingkungan dan perubahan keseimbangan ekosistem, agar sektor yang sangat vital untuk pembangunan ini dapat dipertahankan kelestariannya.

6)   Dalam pertambangan dan pengolahan minyak bumi misalnya mulai eksplorasi, eksploitasi, produksi, pemurnian, pengolahan, pengangkutan, serta kemudian menjualnyatidak lepas dari bahaya seperti bahaya kebakaran, pengotoran terhadap lingkungan oleh bahan-bahan minyak yang mengakibatkan kerusakan flora dan fauna, pencemaran akibat penggunaan bahan-bahan kimia dan keluarnya gas-gas/uap-uap ke udara pada proses pemurnian dan pengolahan.

Rangka menghindari terjadinya kecelakaan pencemaran lingkungan dan gangguan keseimbangan ekosistem baik itu berada di lingkungan pertambangan ataupun berada diluar lingkungan pertambangan, maka perlu adanya pengawasan lingkungan terhadap:
1.      Cara pengolahan pembangunan dan pertambangan.
2.      Kecelakaan pertambangan.
3.      Penyehatan lingkungan pertambangan.
4.      Pencemaran dan penyakit-penyakit yang mungkin timbul.

Penyehatan Lingkungan Pertambangan

        Program lingkungan sehat bertujuan untuk mewujudkan mutu lingkungan hidup yang lebih sehat melalui pengembangan system kesehatan kewilayahan untuk menggerakkan pembangunan lintas sektor berwawasan kesehatan. Adapun kegiatan pokok untuk mencapai tujuan tersebut meliputi:

a.    Penyediaan sarana air bersih dan sanitasi dasar
b.    Pemeliharaan dan pengawasan kualitas lingkungan
c.    Pengendalian dampak risiko lingkungan
d.   Pengembangan wilayah sehat.

        Pencapaian tujuan penyehatan lingkungan merupakan akumulasi berbagai pelaksanaan kegiatan dari berbagai lintas sektor, peran swasta dan masyarakat dimana pengelolaan kesehatan lingkungan merupakan penanganan yang paling kompleks, kegiatan tersebut sangat berkaitan antara satu dengan yang lainnya yaitu dari hulu berbagai lintas sektor ikut serta berperan (Perindustrian, KLH, Pertanian, PU dll.) baik kebijakan dan pembangunan fisik dan departemen Kesehatan sendiri terfokus kepada pengelolaan dampak kesehatan.

Pencemaran dan Penyakit-Penyakit yang Mungkin Timbul Karena Aktivitas Pertambangan

        Usaha pertambangan memang sangat berperan penting bagi jaman sekarang. Soalnya semua kehidupan di bumi ini menggunakan bahan-bahan yang berasal dari pertambangan. Contohnya:

a.    Biji besi digunakan sebagai bahan dasar membuat alat-alat rumah     tangga, mobil, motor, dll
b.    Alumunium digunakan sebagai bahan dasar membuat pesawat
c.    Emas digunakan untuk membuat kalung, anting, cincin
d.   Tembaga digunakan sebagai bahan dasar membuat kabel
e.    Masih banyak lagi seperti perak, baja, nikel, batu bara,timah,pasir kaca, dll.

        Seperti yang dikatakan bahwa dimana ada suatu aktivitas pasti disitu ada kerusakan lingkungan. Kerusakan lingkungan di pertambangan yaitu:

1.    Pembukaan lahan secara luas dalam masalah ini biasanya investor membuka lahan besar-besaran, ini menimbulkan pembabatan hutan di area tersebut. Di takutkan apabila area ini terjadi longsor banyak memakan korban jiwa.


2.    Menipisnya SDA yang tidak bisa diperbarui. Hasil petambangan merupakan Sumber Daya yang Tidak Dapat diperbarui lagi. Ini menjadi kendala untuk masa-masa yang akan datang.

3.    Masyarakat dipinggir area pertambangan menjadi tidak nyaman. Biasanya pertambangan membutuhkan alat-alat besar yang dapat memecahkan telinga. Dan biasanya kendaraan berlalu-lalang melewati jalanan warga. Dan terkadang warga menjadi kesal.


4.    Pembuangan limbah pertambangan yang tidak sesuai tempatnya. Dari sepenggetahuan saya bahwa ke banyakan pertambangan banyak membuang limbahnya tidak sesuai tempatnya. Biasanya mereka membuangnya di kali, sungai, ataupun laut. Limbah tersebut tak jarang dari sedikit tempat pertambangan belum di filter. Hal ini mengakibatkan rusaknya di sector perairan.


5.    Pencemaran udara atau polusi udara. Di saat pertambangan memerlukan api untuk meleburkan bahan mentah, biasanya penambang tidak memperhatikan asap yang di buang ke udara. Hal ini mengakibatkan rusaknya lapisan ozon.


Referensi






Penduduk, Kemiskinan Dan Keterbelakangan

Liputan6.com, Tulang Bawang Barat  - Kandang kecil di sebuah gubuk di lahan kosong menjadi tempat tinggal Marsus Yazid selama 35 tahun terakhir. Di tempat ini pria berusia 53 tahun itu hidup dipasung oleh keluarganya.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Petang SCTV, Senin (5/12/2016), Marsus dipasung sejak berumur 18 tahun karena menderita gangguan jiwa. Marsus disebut sering mengamuk sehingga bisa membahayakan orang lain.

Di kandang sempit berukuran 1 x 1,5 meter itu Marsus tak bisa berdiri. Ia diberi makan oleh keluarga dan warga sekitar dari luar kandang. Sementara untuk buang air tak ada yang mengurus.

Kandang tempat Marsus dipasung hanya berjarak sekitar 100 meter dari rumah tiga saudara kandungnya di Desa Agung Jaya, Kecamatan Way Kenanga, Tulang Bawang Barat, Lampung.
Selama sakit keluarga hanya membawa Marsus berobat ke dukun atau paranormal. Marsus tidak pernah dibawa ke rumah sakit dengan alasan kemiskinan.



Kesimpulan
Kesimpulan yang bisa saya dapatkan dari berita factual diatas adalah kisah seorang Marsus Yazid yang dimana selama 35 tahun terakhir tinggal di sebuah gubuk dan dipasung oleh keluarganya. Beliau dipasung sejak berumur 18 tahun karena menderita gangguan jiwa. Di kandang berukuran 1 x 1,5 meter ini yang letaknya 100 meter dari rumah tiga saudara kandungnya di Desa Agung Jaya, Kecamatan Way kenanga, Tulang Bawang Barat, Lampung, beliau tidak bisa berdiri, belia diberi makan oleh keluarga dan warga sekitar dari luar kandang lalu untuk buang air tidak ada yang mengurus.Dengan alasan kemiskinan keluarga beliau hanya membawa Marsus berobat ke dukun atau paranormal.
Itulah kesimpulan yang bisa saya dapatkan dari berita factual diatas mengenai kisa seorang Marsus Yazid.

           

Referensi


Penduduk dan Tingkat Pendidikan


Liputan6.com, Jakarta Mendikbud Muhadjir Effendy menyampaikan, penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) dihapuskan, atau lebih tepatnya ditiadakan sementara (Moratorium). Hal tersebut dilakukan sebagai proses percobaan terkait memperbaiki sistem pendidikan yang ada di Indonesia.
Sebelumnya, Beliau mengatakan perencanaan tersebut sudah disetujui Presiden Joko Widodo dan tinggal menunggu intruksinya saja. Berdasarkan pernyataan tersebut, banyak media yang meliput. 

Tak sedikit para pelaku dunia pendidikan ikut merespon.Tak terkecuali bagi masyarakat umum. Meski tidak lagi duduk di bangku sekolah, mereka tentu menginginkan yang terbaik bagi pendidikan anak-anaknya kelak.

“Nilai bukan jaminan. Selama 3 tahun sekolah nilainya bagus. Eh pas ujian nasional dia ketakutan duluan, gugup, gerogi, kan tertekan jadinya.Kalo udah kaya gitu jadi terganggu ujiannya, jadi gak yakin dan gak bisa berfikir, dampaknya nilainya jadi jelek”, ujar seorang ibu rumah tangga yang tak disebutkan namanya.

Menurut Gabriela Rascha Siswi Kelas XII.sos 2 SMA Kolase Gonzaga, UN memiliki sisi baik dan buruknya. Selama ini, Ujian Nasional dibuat untuk mengukur standar negara agar tidak ada kesenjangan secara nasional. Dengan adanya UN, standar kualitas pendidikan tingkat SD/SMP/SMA lebih terjamin dan sama rata. “tapi positifnya kalo UN gak ada sih, yang pasti lebih gampang lulusnya,” katanya.

Pendapat yang sama dikemukakan Sridevi siswi kelas XII SMAN 37 Jakarta. Menurutnya, jika UN ditiadakan, kelulusan dapat lebih mudah dicapai. Waktu 3 tahun belajar di sekolah, tidak ditentukan oleh nasib yang hanya berjalan 3 atau 4 hari saja.
Berbeda dengan para peserta ujian, sebagian tenaga kerja pendidik justru menyayangkan ketiadaan ujian tersebut. alasannya, selama ini ujian nasional memang dipergunakan untuk mengukur standar kualitas sekolah.

Menurut Yudi seorang guru Sejarah salah satu SMA swasta dikawasan Pejaten Jakarta Selatan, Jika UN tidak ada dikhawatirkan sekolah tidak memiliki motivasi untuk menaikan standar kualitas pendidikannya. Sehingga mereka hanya berlomba-lomba meluluskan 100% siswanya yang kualitasnya belum tentu baik. “Jadi saya sejutu kalo ada UN. Meskipun bukan sebagai standar kelulusan, tapi UN bisa jadi pelengkap nilai gabungan dengan ujian sekolah yang akhirnya jadi nilai kelulusan”, tambahnya.




Referensi

http://achmadbuchor.blogspot.co.id/2017/01/penduduk-dan-tingkat-pendidikan.html