Minggu, 01 November 2015

Penduduk Masyarakat dan Kebudayaan (3.2)

A.PENDAHULUAN 
Pertumbuhan penduduk yang makin cepat ,mendorong pertumbuhan aspek aspek kehidupan meliputi aspek sosial , ekonomi , politik , kebudayaan dan sebagainya.dengan adanya pertumbuhan aspek aspek kehidupan tersebut , maka bertambahlah sistem mata pencaharian dari homogen menjadi kompleks.
manusia mempunya kelebihan dalam kehidupannya . manusia dapat memanfaatkan dan mengembangkan akal budinya.
sehubungan dengan hal tersebut maka akan ditelaah mengenai pertumbuhan penduduk , perkembangan kebudayaan dan timbulnya pranata pranata sebagai akibat kebudayaan .

B.PERTUMBUHAN PENDUDUK
Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu faktor yang penting dalam masalah sosial ekonomi umumnya dan masalah penduduk khususnya.
apabila pertumbuhan penduduk tidak dapat diimbangi dengan pertambahan fasilitas seperti bahan makanan , perumahan , kesempatan kerja , dll , maka akan menimbulkan masalah-masalah.
misalnya akan bertambah tinggi angka pengangguran , semakin meningkat angka kemiskinan , banyaknya tindak kriminalitas , dsb

penambahan/pertambahan penduduk di suatu daerah pada dasarnya di pengaruhi oleh faktor-faktor demografi sebagai berikut :
1.Kematian (mortalitas)
2.Kelahiran (fertilitas)
3.Migrasi

di dalam pengukuran demografi ketiga faktor tersebut diukur dengan tingkat/rate. tingkat/rate ialah kejadian dari peristiwa yang menyatukan dalam bentuk perbandingan .

1.Kematian 
ada beberapa tingkat kematian. akan tetapi disini hanya dijelaskan dua tingkat kematian
a.Tingkat kematian kasar (crude death race/CDR)
b.Tingkat kematian khusus (age specific death race)
2.Fertilitas (kelahiran hidup)
pengukuran fertilitas tidak sesederhanan mortalitas , disebabkan oleh :
a. sulit memperoleh angka statistik lahir hidup , karena banyak bayi yang meninggal saat setelah kelahiran , dan hanya dicatatkan pada lahir mati.
b.wanita mempunyai kemungkinan melahirkan dari seorang anak (tetapi hanya meninggal sekali)
c.makin tua umur wanita tidaklah berarti , kemungkinan mempunyai anak menurun.
d.di dalam pengukuran fertilitas hanya melibatkan satu orang saja

a.Tingkat Kelahiran Kasar (CBR/Crude Birth Rate)
b.Angka kelahiran umum (GFR/General Fertility Rate)
c.Tingkat kelahiran khusus (ASFR/Age Specific Fertility Rate)



3.Migrasi
Aspek dinamis kehidupan kelompok dalam ruang ialah gerakan penduduk yang dinamai migrasi. Selain migrasi ada istilah lain tentang dinamika penduduk yaitu mobilitas.
Pengertian mobilitas lebih luas daripada
migrasi, sebab mobilitas mencakup perpindahan
teritorial secara permanen dan sementara. Sedangkan migrasi bila dikaitkan dengan unsur waktu di tempat yang baru .

> langkah seseorang imigran dalam menentukan keputusannya untuk pindah ke daerah lain atau kawasan ( areal ) lain terlebih dahulu ingin
mengetahui lebih dahulu faktor – faktor sebagai berikut :
a.persediaan sumber alam
b.lingkungan sosial budaya
c.potensi ekonomi
d.alat masa depan

> Akibat Migrasi
a. Urbanisasi ( migrasi dari desa ke kota )
b. Migrasi interegional di Indonesia kebanyakan
dilaksanakan oleh mereka yang berumur produktif dan berkreasi tinggi.
c. Migrasi antar negara di Indonesia adalah sangat kecil dari hasil sensus penduduk pada tahun 1971 sampai dengan 1980 migrasi masuk ( immigrasi ) hanya ada 0,16 % dan migrasi ke luar ( emigrasi ) hanya sebesar 0,57 % per tahun. Sehingga akibatnya kurang nyata terhadap distribusi penduduk Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar